Perawat Kamar Bedah Berisiko Tinggi, Ini yang Dilakukan RSUP Sanglah Denpasar

Secara rutin perlu diadakan pelatihan bagi perawat yang bekerja di kamar bedah, untuk meningkatkan kualitas.

Perawat Kamar Bedah Berisiko Tinggi, Ini yang Dilakukan RSUP Sanglah Denpasar
Istimewa/Humas RSUP Sanglah Denpasar
Pelatihan Perawat Kamar Bedah di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Senin (13/5/2019). 

Perawat Kamar Bedah Berisiko Tinggi, Ini yang Dilakukan RSUP Sanglah Denpasar

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebagai rumah sakit pemerintah yang melayani masyarakat, RSUP Sanglah Denpasar, Bali, juga merupakan rumah sakit pendidikan.

Rumah sakit pendidikan yang dimaksud adalah rumah sakit yang mempunyai fungsi sebagai tempat pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan secara terpadu dalam bidang pendidikan kedokteran dan/atau kedokteran gigi, pendidikan berkelanjutan, dan pendidikan kesehatan lainnya.

Untuk meningkatkan kemampuan SDM-nya, RSUP Sanglah mengadakan pelatihan keterampilan dasas bagi perawat kamar bedah, di Gedung Diklat RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Senin (13/5/2019) lalu.

BACA JUGA: Minimalkan Tenaga Impor, Istri Gubernur Bali Sarankan Hal Ini

Acara ini dihadiri oleh Direktur SDM dan Pendidikan, Para Kepala Bidang dan Instalasi terkait, Para instruktur pelatihan dan diikuti oleh 25 orang peserta dari berbagai rumah sakit dan peserta umum.

Direktur SDM dan Pendidikan, Dr dr I Ketut Surya Negara SpOG(K) MARS dalam sambutannya mengatakan, pelayanan anastesi dan bedah merupakan salah satu standar pelayanan yang diatur dalam SNARS dan berisiko tinggi.

"Perawat kamar bedah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan kerja tim bedah. Untuk itu maka dibutuhkan perawat kamar bedah yang andal, profesional yang dapat memberikan pelayanan sesuai dengan standar legal dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang," ujar Surya.

Ia mengatakan, pelatihan ini penting untuk mencapai tuntutan itu semua.

"Secara rutin perlu diadakan pelatihan bagi perawat yang bekerja di kamar bedah, untuk meningkatkan kualitas, pengetahuan, keahlian serta keterampilan perawat kamar bedah," ucapnya.

Pelatihan keterampilan ini telah terakreditasi PPSD yang akan dilaksanakan selama tiga bulan, 13 Mei sampai 23 Agustus 2019. (*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved