Breaking News:

Untung Sedikit, Ketut Sukeni Setia Jadi Pedagang Emas Kaki Lima di Jalan Diponegoro, Ini Alasannya

Sesekali, ia melambaikan tangan pada pengendara yang lewat perlahan mendekat ke trotoar sembari bertanya, ''Mau jual emas, pak?''

TRIBUN BALI/EURAZMY
Ketut Sukeni (43) tampak sabar duduk menunggu di atas kursinya. Ketut Sukeni adalah penjual emas kaki lima di pinggir Jalan Diponegoro, Denpasar. 

Untung Sedikit, Ketut Sukeni Setia Jadi Pedagang Emas Kaki Lima di Jalan Diponegoro, Ini Alasannya

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketut Sukeni (43) tampak sabar duduk menunggu di atas kursinya.

Sesekali, ia melambaikan tangan pada pengendara yang lewat perlahan mendekat ke trotoar sembari bertanya, ''Mau jual emas, pak?''

Ketut Sukeni adalah penjual emas kaki lima di pinggir Jalan Diponegoro, Denpasar.

''Di sini sudah sejak jam 10 pagi tadi, tapi belum ada dapet emas sama sekali,'' tuturnya saat ditanya.

Bagi Anda yang melintas di sepanjang Jalan Diponegoro, Denpasar, pasti sudah tak asing lagi dengan para bapak dan ibu-ibu yang duduk berjejer di sepanjang trotoar.

Mereka inilah yang sehari-hari sebagai pengepul emas jalanan.

Baca: Tiap Bulan Menstruasi Lancar, Wanita Ini Kaget Bisa Hamil Hingga 9 Bulan dan Melahirkan Normal di WC

Sukeni merupakan satu dari belasan tukang pengepul emas jalanan itu.

Total, sudah 16 tahun ia bertahan hidup dari usahanya itu.

Dalam sebulan, ia mengaku mengantongi laba berkisar antara Rp 500-700 ribu.

Halaman
12
Penulis: eurazmy
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved