Babak Baru Kasus Penyiraman Air Panas PRT di Gianyar Bali, Pengacara Minta Bantuan LPSK & Komnas HAM

Kasus penyiraman air panas terhadap seorang asisten rumah tangga (ART) Eka Febriyanti di Gianyar Bali, kini memasuki babak baru.

Babak Baru Kasus Penyiraman Air Panas PRT di Gianyar Bali, Pengacara Minta Bantuan LPSK & Komnas HAM
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Seorang PRT yang mengalami luka bakar pada bagian tubuhnya diduga akibat disiram air panas majikannya di gianyar kembali melaporkan kasusnya ke polda Bali, Rabu (15/5/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBER - Kasus penyiraman air panas terhadap seorang asisten rumah tangga (ART) Eka Febriyanti di Gianyar Bali, kini memasuki babak baru. 

Sang pengacara, Supriyono bakal meminta bantuan LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) dan juga Komnas HAM. 

Upaya ini bakal ditempuhnya setelah bertemu dengan keluarga korban Eka Febriyanti

Dikutip Tribun Bali dari Surya, Supriyono, pengacara Eka Febriyanti (21), asisten rumah tangga (ART) yang disiram air panas oleh majikannya di Bali mendatangi rumah keluarga Eka di Kecamatan Kalisat, Jember, Sabtu (18/5/2019).

Supriyono menemui Buhari, paman yang mengasuh Eka di Jl Kartini Desa Ajung Kecamatan Kalisat, juga rumah ibu kandung Eka di Jl Garuda Desa Kalisat, Kecamatan Kalisat.

Supriyono mendatangi rumah keluarga Eka untuk memberitahu proses hukum yang kini sedang berjalan, juga langkah ke depan.

Kepada SURYA.co.id, Supriyono mengatakan, ada beberapa hal yang akan diambilnya terkait kasus Eka.

"Pertama, saya akan meminta bantuan LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) supaya mengawal proses hukum ini, juga melindungi Eka. Juga membantu proses penyembuhan kesehatan Eka, baik fisik dan psikis. Terutama pemulihan psikologi Eka," ujar Supriyono yang ditemui SURYA.co.id di rumah keluarga Eka di Kalisat.

Kedua, Supriyono dan tim akan melaporkan kasus tersebut ke Komnas HAM. Dia menyadari peristiwa itu kasus tidak melibatkan pegawai negara atau pemerintah.

"Ini memang kasus personal, tetapi minimal Komnas HAM tahu secara resmi ada peristiwa ini, ada peristiwa kejam di Bali. Karena terkuaknya kasus ini membuat malu warga Bali," tegasnya.

Halaman
123
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved