Derita Luka Serius hingga Keluar Darah dari Telinga, Korban Lakalantas di Gatsu Barat Meninggal

Pengendara yang diketahui bernama Siti Tentrem (42), berdasarkan informasi kepolisian mengalami luka serius, dan dinyatakan meninggal di RSUP Sanglah

Derita Luka Serius hingga Keluar Darah dari Telinga, Korban Lakalantas di Gatsu Barat Meninggal
Tribun Bali/Noviana Windri
Lakalantas terjadi di jembatan timur Hotel Neo Denpasar, Jalan Gatot Subroto Barat, Denpasar, Bali, Minggu (19/5/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kecelakaan lalu lintas yang terjadi Minggu (19/5/2019) pagi tadi menyebabkan seorang pengendara motor meninggal dunia.

Pengendara yang diketahui bernama Siti Tentrem (42), berdasarkan informasi kepolisian mengalami luka serius, dan dinyatakan meninggal saat menjalani perawatan di RSUP Sanglah.

Kecelakaan lalu lintas ini melibatkan pengendara motor dengan mobil pikap di jembatan timur Hotel Neo Denpasar, Jalan Gatot Subroto Barat, Denpasar, Bali, Minggu (19/5/2019) pagi.

Kasatlantas Polresta Denpasar Kompol Adi Sulistyo mengatakan, kejadian berawal saat kedua pengendara melaju dari arah timur ke barat.

"Singkat kejadian, pengendara mobil pikap dengan nopol DK 8768 AB dan pengendara sepeda motor DK 5784 AB sama-sama bergerak dari arah timur ke barat, dengan posisi mobil ada di depan. Setibanya di TKP (jembatan), korban ini hendak mendahului dari sisi kiri, tapi kemudian sepeda motor DK 5784 AB ini menabrak trotoar jembatan sehingga oleng dan membentur bodi kiri mobil pikap DK 8768 AB hingga akhirnya terjatuh," kata Kasatlantas.

Baca: Target Medali Emas Porsenijar Bali 2019, Persiapan Tim Voli Putri Denpasar Sudah 90 Persen

Baca: Nuzulul Quran, Peristiwa Turunnya Wahyu Pertama, dan Fakta Nabi Muhammad tak Bisa Baca

Dia melanjutkan, perempuan yang beralamat di Jalan Gunung Mas Blok C No 6 Denpasar itu mengalami luka serius.

"Lukanya parah pada rahang kanan patah, keluar darah dari telinga kiri hingga dinyatakan meninggal dunia di RS Sanglah tadi," lanjut Adi.

Sementara pengendara mobil pikap Sukiran (47), kata dia, tidak mengalami luka hanya menyebabkan kerugian material.

Sebelumnya sebagaimana diberitakan tribun-bali.com, berdasarkan keterangan saksi, Djelantik (70) lakalantas terjadi sekitar pukul 09.30 Wita yang menyebabkan pengendara motor mengalami luka parah pada bagian kepala, leher dan wajah.

"Saya posisi sedang memotong ranting-ranting pohon. Tiba-tiba ada suara benturan keras sekali ternyata ada kecelakaan. Saya tidak tahu pasti kronologinya gimana, yang jelas saya tahunya korban sudah tertabrak," ucap Djelantik.

Baca: Ribuan Burung Dilepas dalam Perayaan Waisak, Simbolisasi Kebahagiaan Semua Makhluk

Baca: Dokter Kaget Temukan Stang Motor di Rahim Wanita ini, Terungkap Aksi Sang Suami Saat Berhubungan

Saksi menyebutkan korban adalah seorang wanita berusia sekitar 25 tahun.

Pengendara motor dan pikap sama-sama melintas dari arah timur.

"Padahal jalan sedang sepi. Tidak banyak kendaraan yang melintas. Sepertinya terkejut ada lubang di jalan dan berusaha menghindarinya," terangnya.

Saat terjadi kecelakaan, korban dalam keadaan tengkurap dan mengalami luka parah pada bagian kepala, wajah dan leher.

"Parah bagian kepala dan wajah. Soalnya posisi tengkurap. Sepertinya lehernya juga patah itu. Waktu kecelakaan masih dalam kondisi bernapas tapi tak sadarkan diri," pungkasnya.(*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved