Hari Raya Waisak

FBC Bali Lepas Ribuan Ikan Dalam Upacara Fang Shen Serangkaian Hari Raya Waisak

Kegiatan ini merupakan upacara Fang Shen atau pembebasan hidup serangkaian Hari Raya Waisak yang dilakukan umat Buddha

FBC Bali Lepas Ribuan Ikan Dalam Upacara Fang Shen Serangkaian Hari Raya Waisak
Tribun Bali/Karsiani Putri
Pelepasan ribuan ikan oleh Flourishing Buddhist Center (FBC) Bali di Pelabuhan Benoa, Minggu (19/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Flourishing Buddhist Center (FBC) Bali, Minggu (19/5/2019) siang melepaskan ribuan ikan untuk dikembalikan ke habitatnya.

Kegiatan ini merupakan upacara Fang Shen atau pembebasan hidup serangkaian Hari Raya Waisak yang dilakukan umat Buddha di sekitar Pelabuhan Benoa.

Ketua FBC Bali, Anny Go menyebutkan bahwa kegiatan Fang Shen memiliki makna pembebasan kehidupan atas mahluk hidup sebagai bentuk kasih sayang sesuai ajaran Buddha.

Baca: Outlet Ketujuh Dibangun di Kawasan Pusat Oleh-oleh, Ajik Krisna Ngaku Tak Takut Bersaing

Baca: Janda Beraksi di Jembrana, Dua Pria ini Termakan Janji Manis Ni Putu DA, Mimpi ke Jepang Pupus

Ribuan ikan yang dilepas ke habitatnya ini terdiri dari berbagai jenis dan ukuran.

Upacara ini juga diyakini dapat memberikan kebebasan pada mahluk hidup lain, sehingga tidak terbelenggu untuk memenuhi keinginan dari manusia.

"Saya berharap agar semua masyarakat, baik yang beragama Budha ataupun bukan, mereka dapat mengerti arti sebenarnya pelepasan satwa ini, dan kedepannya bisa ikut bersama-sama melepaskan mahluk dari penderitaan," ujarnya.

Baca: Warga Banjar Biaung Kesiman Antusias Ikuti Kegiatan Sosialisasi Rabies

Baca: LBH APIK Imbau Perempuan Pekerja Segera Melapor Jika Mendapat Penganiayaan

Anny Go menambahkan, upacara Fang Shen merupakan pesan kepada umat untuk selalu menanamkan rasa welas asih dan dharma kepada sesama mahluk dan lingkungan ciptaan Tuhan demi tercapainya kebahagiaan hidup.

Dalam acara pelepasan ribuan ikan tersebut, kegiatan diawali dengan melakukan puja mantra sebagai wujud persembahan kepada Tuhan untuk mengantarkan satwa hidup yang akan dilepas kembali ke habitatnya.

"Makna dari pelepasan satwa hidup yakni agar ikan bisa hidup di alamnya, dan sebagai manusia kita harus memberikan kebebasan, tak terbelenggung untuk memenuhi keinginan manusia tersebut. Biarkan mereka hidup, karena apa yang ada di dunia adalah ciptaan Tuhan," ungkap Panitia upacara sekaligus Wakil Ketua FBC Bali, Agus Arya.

Tambahnya, kegiatan ini juga sebagai bentuk pelestarian alam. (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved