Kisah Driver Go-Jek Disabilitas, Emi Karmila Yakinkan Penumpang Dengan Cara Ini

Meskipun memiliki kekurangan pada tangan sebelah kanannya, tidak membuat Emi Karmila berdiam diri dan menyerah

Kisah Driver Go-Jek Disabilitas, Emi Karmila Yakinkan Penumpang Dengan Cara Ini
Tribun Bali/Karsiani Putri
Emi Karmila ketika ditemui Tribun Bali di Sector Bar & Restaurant, Sanur, Bali, Jumat (17/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam acara #NgobrolbarengGo-Jek, Jumat (17/5/2019) malam lalu, ada sosok wanita hebat yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Meskipun memiliki kekurangan pada tangan sebelah kanannya, tidak membuat Emi Karmila berdiam diri dan menyerah dalam menjalani hidup.

Wanita asal Lumajang tersebut, awalnya menekuni profesi sebagai desainer dan memiliki sebuah butik batik yang ia beri nama Tata Agya.

Sayangnya bisnis itu tidak berjalan lancar karena sesuatu hal dan ia memutuskan mencari mata pencaharian baru.

Baca: Ayah Tiri Menikah Lagi, Remaja 16 Tahun Bikin Polling Ini di Instagram hingga Ditemukan Tewas

Baca: Skor Akhir Persib Bandung Vs Persipura dan Aksi Bokong Dede Sulaiman Bikin Kecewa

Memiliki hobi traveling dan mengemudikan mobil membuat Emi memutuskan bergabung dengan salah satu penyedia jasa transportasi online Go-Jek sejak Juni 2018.

Setelah mengganti mobilnya dengan mobil berkapasitas penumpang lebih banyak dan besar, satu minggu kemudian ia mendaftarkan diri di Go-Car.

Mengendarai Avanza, Emi biasa memulai bekerja dari pukul 08.00 Wita sampai dengan 19.00 Wita.

“Penghasilan perhari kalau dirata-ratakan dan habis dipotong bensin sih, bersihnya dapat Rp 400 ribu dan kalau ramai dapat Rp 600 ribu,” ujar Emi.

Baca: Empat Pasangan Mesum Berusia Muda di Kediri Terjaring Razia Satpol, Satu Orang dalam Keadaan Hamil

Baca: Ricuh Suporter Arema FC di Stadion Maguwoharjo, Ketum The Jakmania Minta Anggotanya Tak Komentar

Dengan kekurangan yang ia miliki, tak jarang beberapa pelanggan merasa cemas ketika bertemu Emi.

Lalu bagaimana cara Emi mengatasi dan meyakinkan penumpangnya?

Emi mengaku akan mengajak penumpangnya ngobrol dan menjelaskan tentang kondisinya, sembari meyakinkan bahwa ia cakap mengemudikan mobil.

“Di awal penumpang selalu saya ajak ngobrol dan saya jelasin kalau keadaan saya beda dengan sopir-sopir yang lain, tapi jangan khawatir, saya sudah lama naik mobil, insha allah aman,” ungkap wanita kelahiran 2 Mei 1977 ini.

Emi juga menceritakan bahwa rute terjauh yang pernah ia lalui adalah Singaraja dan Karangasem.

Tambahnya, ia merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Go-Jek yang telah memberikan kesempatan baginya untuk bekerja sebagai mitra Go-Jek.(*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved