Pemahaman Masyarakat Jadi Tantangan Pengurangan Kantong Plastik di Pasar Tradisional Denpasar

Terhitung pertanggal 1 Januari 2019, Pemkot Denpasar menerapkan Perwali Nomor 36 Tahun 2019 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik.

Pemahaman Masyarakat Jadi Tantangan Pengurangan Kantong Plastik di Pasar Tradisional Denpasar
Tribun Bali/Putu Supartika
DLHK Denpasar bagi-bagi tas ramah lingkungan di Pasar Badung, Minggu (19/5/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terhitung pertanggal 1 Januari 2019, Pemkot Denpasar menerapkan Perwali Nomor 36 Tahun 2019 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik.

Dan dalam kunjungan Presiden RI, Joko Widodo, Sabtu (18/5/2019) hal yang dilakukan Pemkot Denpasar tersebut mendapat apresiasi dari Jokowi.

Hal tersebut menurut Jokowi merupakan langkah bagus dengan dimulainya upaya mengganti kantong plastik dengan tas ramah lingkungan.

"Saya mengapresiasi ya, apa yang dilakukan Kota Denpasar. Sangat bagus. Saya melihat ada transisi dari tas plastik menuju ke tas ramah lingkungan saya kira bagus sekali dimulainya upaya ganti tas plastik dengan tas ramah lingkungan ini," kata Jokowi.

Baca: Empat Kecelakaan dalam Semalam di Denpasar, Semua Korban Dilarikan ke RSUP Sanglah

Terkait hal itu, Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan dampak dari penerapan Perwali tersebut sangat signifikan.

Apalagi sosialisasi Perwali tersebut lebih gencar dilaksanakan di pasar modern seperti swalayan dan toko berjaringan.

"Dampaknya di pasar-pasar modern cukup signifikan," kata Rai Mantra.

Namun ia mengatakan masih ada tantangan dalam penerapan Perwali ini yakni kesadaran masyarakat dan pedagang.

"Untuk pasar tradisional tantangannya yakni pemahaman masyarakat," kata Rai Mantra.

Pihaknya mengklaim telah melakukan berbagai upaya untuk penerapan Perwali ini.

Salah satunya yakni dengan membagikan tas ramah lingkungan.

"Solusinya banyak, bantuan tas pengganti tas kresek dan berjalan dengan baik, tinggal mengingatkan termasuk mengganti sedotan, untuk mengurangi penggunaan sedotan," katanya.

Walaupun demikian, kantin di Kantor Walikota Denpasar masih menyediakan tas kresek.

Bahkan sedotan plastik pun masih ada, di mana saat membeli es, pembeli diberikan gelas plastik lengkap dengan sedotan plastiknya.

Selain itu, pegawai juga masih ada yang menenteng makanan dengan wadah tas kresek ke dalam Kantor Walikota. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved