Penyidik Buru Bukti Kongkalikong, Soal Laporan Alit kepada Sandoz Cs dalam Penggelapan Rp 16 Miliar

Penyidik masih menunggu bukti lain terkait laporan Alit kepada 3 terlapor yakni Sandoz Cs. Bukti yang ditunggu adalah bukti adanya kongkalikong

Penyidik Buru Bukti Kongkalikong, Soal Laporan Alit kepada Sandoz Cs dalam Penggelapan Rp 16 Miliar
Tribun Bali/Busrah Syam Ardan
Alit Wiraputra saat diklarifikasi pihak Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Bali di ruangan dan saat keluar ruangan, Senin (22/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Penyidik Dit Reskrimum Polda Bali masih belum melimpahkan tersangka Alit Wiraputra yang terjerat dalam dugaan penggelapan perizinan dan pelebaran Pelabuhan Benoa Rp 16 miliar.

Penyidik masih menunggu bukti lain terkait laporan Alit kepada 3 terlapor yakni Sandoz Cs.

Bukti yang ditunggu adalah bukti adanya kongkalikong atau kesepakatan dalam kasus tersebut.

Dir Reskrimum Polda Bali Kombes Andi Fairan. Fairan mengatakan, timnya saat ini sedang menunggu bukti-bukti lainnya dari Alit untuk menguatkan laporannya terkait tiga nama yang disebut ikut terlibat dalam kasusnya.

"Terhadap pelaporan Alit, kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap Agung Alit apa saja yang menjadi dasar dia mengadukan Sandos, Candra dan Jayantara sebagai terlapor penipuan dan penggelapan. Kita sudah periksa dia dan dia sampaikan seperti itu,” terangnya, Sabtu (18/5).

"Sekarang ini kita lagi meminta bukti dari pengadu, apakah ada bukti-bukti kesepakatan di antara mereka. Nah sekarang kata dia, lagi meminta waktu mengumpulkan bukti-bukti kesepakatan (kongkalikong) mereka sebagai kesepakatan kerjasama. Kami lagi menunggu dokumen-dokumen yang ingin ia datangkan kepada kita," jelas Dir Reskrimum Polda Bali asal Sulsel ini.

Pihaknya pun menuturkan kepada pihak Alit apakah ada saksi lainnya untuk didatangkan dalam memperkuat aduannya.

"Apakah ada saksi lain di luar dari tiga orang itu yang bisa mendukung laporan saudara (Alit), begitu. Dan juga meminta waktu untuk menghadirkan saksi yang mengetahui perihal kesepakatan itu," tuturnya.

Setelah ada bukti itu, lanjut dia, baru timnya akan klarifikasi terhadap terlapor.

 Mengenai bukti-bukti seperti pengiriman uang, transfer, itu ungkap dia, sudah diperoleh timnya.

Halaman
12
Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved