Bali United

Tekad Teco Putus Rentetan Kekalahan saat Lawan Bhayangkara FC, Optimistis Dengan 3 Pemain ini

Pelatih Bali United Stefano Cugurra Teco, menjadi pelatih yang merasakan tren buruk bersama Bali United saat bersua Bhayangkara FC.

Tekad Teco Putus Rentetan Kekalahan saat Lawan Bhayangkara FC, Optimistis Dengan 3 Pemain ini
Tribun Bali/Rizal Fanany
Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Tujuh kali lawan Bhayangkara FC, selama itu pula Bali United belum pernah merasakan manisnya kemenangan melawan klub milik Polri itu.

Karena itu inilah momen yang tepat bagi pelatih Bali United Stefano Cugurra Teco untuk menumbangkan The Guardian.

Baca: Ghea Indrawari Tak Kurangi Pekerjaan Selama Puasa, Begini Curahan Hatinya

Baca: Airlangga Hartarto Minta Pihak yang Tak Puas dengan Hasil Pemilu Tak Mencari Solusi di Jalanan

Baca: Kapan Nikah? Parang Melayang ke Kepala Tetangganya, Pelaku yang Tersinggung Langsung Kabur

Pelatih Bali United Stefano Cugurra Teco, menjadi pelatih yang merasakan tren buruk bersama Bali United saat bersua Bhayangkara FC. 

Saat babak penyisihan grup B Piala Presiden 2019, Teco bersama Bali United dihajar Bhayangkara FC 4-1.

Kekalahan ketujuh kedua tim dirasakan Teco pelatih asal Brasil cukup menyakitkan.

Karena hasil itu membuat Bali United tersingkir dari Piala Presiden 2019. 

Dengan rentetan kekalahan-kekalahan itu, kini teco bertekad ingin memutusnya saat jumpa Bhayangkara FC, Selasa (21/5/2019) malam di Stadion Dipta Gianyar, pada pekan ke - 2 Liga I Indonesia 2019. 

Menurut Teco, saat kalah di Bekasi, karena tiga pemain Bali United memperkuat Timnas Indonesia Senior, Ilija Spaso, Ricky Fajrin dan Stefano Lilipaly.

Laga besok, ketiga pemain siap hadapi The Guardian. 

"Piala Presiden saat itu di awal musim, saya juga pelatih baru waktu itu, saya coba beberapa pemain di Piala Presiden 2019, waktu itu kita tidak punya pemain dari Timnas, saya pikir sekarang kita sudah beberapa bulan bersama tim, kami lebih siap sekarang," tegas Teco kepada Tribun Bali, Sabtu (19/5/2019).

Alasan lain jika timnya besok tidak mudah dikalahkan, karena saat ini kompetisi liga Indonesia berbeda dengan turnamen Piala Presiden dan Piala Indonesia. 

Contohnya, setiap tim akan melakoni dua kali away dan satu home.

Tentu hal ini juga memengaruhi performa tim saat away. 

"Biasa Liga kemarin ada home dan away sekali, sekarang berbeda karena bermain dua kali di luar. Saya pikir pasti bermain home lebih bagus bagi setiap tim," ujarnya.

Dia juga berharap suporter penuhi stadion, dan beraharap hasil pertandingan memberikan kemengan bagi Laskar Serdadu Tridatu.(*)

Penulis: Marianus Seran
Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved