Triwulan I 2019 Kunjungan Wisatawan ke Badung Turun 105 Ribu

Pada triwulan pertama tahun 2019, kedatangan wisatawan hingga Maret 2019 mencapai 1.828.935 orang atau turun dibanding periode sama tahun sebelumnya

Triwulan I 2019 Kunjungan Wisatawan ke Badung Turun 105 Ribu
Tribun Bali/Rizal Fanany
Sejumlah wisatawan bermain surfing di Pantai Kuta, Badung, Sabtu(29/12/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pemerintah Kabupaten Badung berencana menaikkan tarif masuk pada sejumlah objek wisata.

Peningkatan tarif akan diberlakukan pada Juli 2019mendatang.

Padahal kunjungan wisatawan ke ‘Gumi Keris’ kini menurun dari tahun sebelumnya sebanyak 105 ribu.

Pada triwulan pertama tahun 2019, kedatangan wisatawan hingga Maret 2019 mencapai 1.828.935 orang.

Hal ini pun tercatat  mengalami penurunan 5,46 persen atau 105.554 orang, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 1.934.489 orang.

Baca: Persiapan Porsenijar Bali 2019 Sudah Maksimal, Atlet Gateball Badung Siap Bertanding

Baca: Outlet Ketujuh Krisna Oleh-Oleh Khas Bali Dibangun dengan Konsep Premium

Kepala Dispar Badung, I Made Badra tak menampik adanya penurunan kunjungan di awal tahun.

Menurutnya penurunan kunjungan wisatawan itu adalah hal yang lazim yang terjadi pada awal tahun.

“Awal tahun memang tak menentu kunjungan wisatawan ke Bali kususnya ke Badung. Namun kadatangan wisatawan akan mengalami peningkatan mulai pertengahan tahun,” ujarnya Sabtu (18/5/2019).

Menurutnya, penurunan ini terjadi karena beberapa faktor, yakni salah satunya awal tahun yang merupakan low season.

“Biasanya Juli baru kelihatan adanya peningkatan kunjungan. Iya semoga semakin meningkat,”tambahnya.

Baca: Kedokteran Forensik Sanglah Ungkap Hasil PL Bule Perancis Loncat dari Lantai 3 di Seminyak

Baca: Miliki Aristektur Unik, Mesjid di Denpasar Ini Tunjukkan Indahnya Keragaman

Mengenai wisatawan yang datang ke Badung, Badra yang kini juga merangkap Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Perikanan mengaku dari lima besar negara yang berkunjung ke Badung masih didominasi Tiongkok, Australia, India, USA, dan Inggris.

“Dari pasar potensial ini India turun 6,20 persen dan Inggris turun 2,19 persen. Namun, Inggris berhasil menggeser posisi Jepang yang bulan lalu masuk lima besar,” jelasnya.

Jika dilihat dari data kunjungan selama empat bulan terakhir Januari-Maret 2019 berfluktuatif.

Kedatangan Wisman pada Januari 454.101 orang, Februari 451.436 orang, Maret 445.083 orang dan April 478.315 orang.

“Tapi kami tetap optimistis dengan target kunjungan. Sehingga bisa mendongkrak pendapatan Badung,” tuturnya. (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved