UPDATE Kondisi ART yang Disiram Air Panas Majikannya, Sosok Ini Selalu Disebut Korban

Kondisi fisik Eka saat ini dikatakan Kuasa Hukumnya, Supriyono mulai membaik, hanya saja kondisi psikisnya yang masih terganggu.

UPDATE Kondisi ART yang Disiram Air Panas Majikannya, Sosok Ini Selalu Disebut Korban
NET
Desak Made Guyur Air Panas ke Tubuh ART di Hadapan Anaknya. 

UPDATE Kondisi ART yang Disiram Air Panas Majikannya, Sosok Ini Selalu Disebut Korban

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Eka Febriyanti di Gianyar oleh majikan dan satpam rumah, kini berada dalam perawatan di RS Bhayangkara Polda Jatim.

Kondisi fisik Eka saat ini dikatakan Kuasa Hukumnya, Supriyono mulai membaik, hanya saja kondisi psikisnya yang masih terganggu.

Kondisi terakhir berdasarkan pantauannya kata Supriyono fisiknya mulai membaik, namun psikis dua korban ini terus terang saja butuh pemulihan lama.

Eka sebelumnya menyampaikan bahwa dia tidak punya saudara kembar, tapi ternyata kemarin dia ingat bahwa punya saudara kembar.

Baca: Siswa asal Tangerang Jadi Buronan Dunia, Imbalannya Ribuan Dolar Amerika, Australia, dan Meksiko

Baca: Link Live Streaming Barito Putera vs Persija Jakarta Kick-off 21.00 WITA, Adu Kuat Ivan Vs Jacksen

Baca: Chat di Facebook Bahas Tarif Rp 50 Ribu, Siswi SMP Dijebak, Dijemput Lalu Diperkosa 7 Permuda

Baca: Bayi Merah Ditemukan di Tempat Sampah, Sang Ibu Ditemukan Tewas dengan Luka Perut Menganga

"Jadi Eka Febriyanti ini punya saudara kembar namanya Eko Febriyanto. Lainnya dia juga mengatakan berkali-kali pernah disiram air panas, sebelumnya mengatakan sekali saja. Jadi kondisi psikisnya ini sangat terganggu," ungkap dia.

Kondisi seperti ini, yang dikatakannya, dirinya sendiri tidak paham, seberapa lama kondisi seperti itu akan berlangsung.

Padahal, lanjut dia, seusai bertemu dengan keluarga Eka, Sabtu, (18/5/2019), kemarin, berdasarkan penuturan keluarga korban Eka merupakan anak yang periang juga tergolong pintar dan lulusan SMA.

"Saya kemarin ke rumah keluarganya dan bicara banyak. Ternyata Eka ini orangnya periang, aktif, penyayang ke adik-adiknya, pekerja keras. Saat sekolah dulu dia juga selalu berada di urutan lima besar. Sekarang seperti orang 'dungu'. Jadi hukumannya menurut saya harus bisa membuka dia kembali ke posisi seperti itu," lanjut dia.

Dia juga menjelaskan, secara psikisnya masih terasa, misalnya, Santi yang selalu menangis saat bercerita.

"Itu Santi menangis terus kalau bercerita. Kalau Eka itu maunya ditemani terus sama temannya Ayu yang menolongnya ke puskesmas itu. Ayu yang tinggal di Nusa Dua itu.

"Eka juga sempat menolak jika bukan Ayu yang menemani dia di RS. Sampai-sampai dia bilang sama petugas kalau tidak ada Ayu lebih baik dia tidak di RS, begitu.

Akhirnya dia pun mencoba berbicara dengan kepolisian agar Ayu dibolehkan lagi bertemu.

"Polda sebenarnya juga khawatir apalagi ada orang lain yang katanya mau menemuinya, katanya namanya Meli siapa gitu. Jadi kalau bukan Ayu yang temani dilarang sama petugas. Takutnya dia berontak, apalagi sampai bilang akan keluar dari sini kalau tidak bersama Ayu. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved