Ramadan 2019

Besok Hari Terakhir Pasar Murah di Gianyar, Respons Kenaikan Harga Jelang Lebaran

Sebagai upaya menghindari terjadinya inflasi daerah, Disperindag Gianyar bersama Perum Bulog Bali menggelar pasar murah

Besok Hari Terakhir Pasar Murah di Gianyar, Respons Kenaikan Harga Jelang Lebaran
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Suasana pasar murah di Pasar Umum Gianyar, Senin (20/5/2019). Besok Hari Terakhir Pasar Murah di Gianyar, Respons Kenaikan Harga Jelang Lebaran 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sejak beberapa hari sebelum memasuki bulan suci Ramadan dan menjelang hari raya Idul Fitri, sejumlah bahan pokok di pasar-pasar umum di Kabupaten Gianyar mengalami kenaikan.

Sebagai upaya menghindari terjadinya inflasi daerah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gianyar bersama Perum Bulog Bali menggelar pasar murah, sejak Jumat (17/5/2019) lalu hingga Selasa (21/5/2019) esok.

Kegiatan dilakukan di tiga pasar, yakni Pasar Umum Gianyar, Pasar Umum Blahbatuh dan Pasar Umum Sukawati.

Adapun komoditas yang dijual dalam pasar murah ini meliputi kebutuhan pokok yang harganya naik relatif tinggi.

Seperti beras, minyak, tepung terigu hingga bawang merah.

Baca: Minggu Depan Pemprov Bali Terjunkan Satpol PP Guna Evaluasi Perjalanan Tiga Pergub

Baca: Pegadaian, Garuda, PTPN III & Taspen Kerja Sama Komersial Penerbangan Jakarta-Denpasar

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Bali dari pedagang, kenaikan harga menjelang Ramadan hampir 50 persen.

Kabid Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Disperindag Gianyar, Ni Wayan Adnyaningsih ketika ditemui di Pasar Umum Gianyar mengatakan, pasar murah hasil kerja sama dengan Perum Bulog Provinsi Bali ini, dapat dimanfaatkan masyarakat untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar, namun tetap dengan kualitas terjamin.

Kata dia, pasar murah ini telah digelar sejak Jumat (17/5/2019) lalu yang diawali di Pasar Sukawati.

Dilanjutkan Senin (20/5/2019) di Pasar Umum Gianyar, dan berakhir di Pasar Blahbatuh, Selasa (21/5/2019) esok.

Baca: Belum Ada Solusi Bagi Siswa Tak Tertampung Sekolah Negeri, Disdik Tawarkan Dua Alternatif Ini

Baca: Pria Ini Tewas Setelah Alat Vitalnya Digondol Buaya, Penjaga Yang Menolong Kaget

“Menjelang hari raya biasanya beberapa kebutuhan pokok mengalami kenaikan yang cukup signifikan, pasar murah ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan harga di bawah harga pasar. Setidaknya hal ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat,” ujar Adnyaningsih.

Kata dia, pasar murah ini dibuka pukul 08.00 Wita, dan tak sampai dua jam stok yang dibawa telah habis, lantaran antusiasme masyarakat.

Beberapa kebutuhan pokok yang paling banyak dicari diantaranya beras, gula, terigu dan minyak goreng.

 “Perum Bulog pada pasar murah kali ini membawa sekitar 75 Kg beras kualitas premium dalam kemasan 5 kg dengan harga Rp 50 ribu per kantong. 20 Kg beras kualitas medium Rp 42.500 per kemasan, 5 kg gula sebanyak 397 kg dengan harga Rp 11.500 per kg, minyak 67 kantong seharga Rp 11 ribu. Sedangkan tepung terigu sebanyak 25 kg dengan harga Rp 7.500 per kg, dan untuk telur dijual Rp 15.000 per 10 biji. Khusus untuk bawang merah dijual Rp 25 ribu per kg, ini memang sama dengan harga di pasar. Karena mekanisme harga bawang merah di pasar mengalami naik turun harga yang demikian cepat,” ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved