Diupah Rp 50 Ribu hingga Rp 3 Juta, Teddy Ambil Sabu dan Ekstasi dari Lapas Kerobokan

Sekali mengambil dan menempel sabu-sabu serta ekstasi, Teddy mendapat upah Rp 50 ribu hingga Rp 3 juta

Diupah Rp 50 Ribu hingga Rp 3 Juta, Teddy Ambil Sabu dan Ekstasi dari Lapas Kerobokan
Tribun Bali/I Putu Candra
Teddy usai menjalani sidang di PN Denpasar, Senin (20/5/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Teddy (29) nekat terlibat dalam peredaran narkotik jaringan Lapas Kelas IIA Kerobokan.

Sekali mengambil dan menempel sabu-sabu serta ekstasi, Teddy mendapat upah Rp 50 ribu hingga Rp 3 juta.

Demikian diungkap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Wayan Erawati Susina saat membacakan surat dakwaan di sidang Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (20/5/2019).

Ketika ditangkap, dari tangan Teddy, petugas kepolisian mendapati puluhan paket sabu-sabu seberat 207,45 gram dan 288 butir ekstasi dengan berat 70,17 gram.

"Saat diinterogasi, terdakwa mengatakan, sabu-sabu dan ekstasi itu adalah milik Jackdann atau Deny (DPO). Terdakwa diperintah menempel atas perintah Jackdann dengan upah Rp 50 ribu sekali tempel," beber Jaksa Erawati di hadapan majelis hakim pimpinan IGN Putra Atmaja.

Terdakwa sendiri awalnya dihubungi oleh Jackdann untuk datang ke Lapas Kelas IIA Kerobokan, Badung.

Baca: Pengguna KBL Bakal Dapat Insentif, Pemprov Bali Siapkan Konsep Perda Kendaraan Bermotor Listrik

Baca: Dipergoki di Kamar Hotel, Wanita Muda ini Ngaku Pria ini Suaminya, Tak Disangka ini Faktanya

Tiba di ruang besuk, terdakwa kemudian dihampiri oleh orang yang tidak ia kenal.

Dan diberikan 1 tas kain yang berisi pakaian kotor.

Terdakwa kemudian pulang membawa tas tersebut dan kembali dihubungi Jackdann, diperintah membuka tas itu.

Selain pakaian kotor, tas itu berisi 20 paket sabu-sabu.

Halaman
123
Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved