Evaluasi Pergub 80/2019, Banyak Institusi Perbankan dan Hotel Belum Pakai Papan Beraksara Bali

Jangan-jangan pihak asosiasi tidak meneruskan. Atau meneruskan di sesama pengurus, tidak ke semua anggota. Karena itu banyak yang belum

Evaluasi Pergub 80/2019, Banyak Institusi Perbankan dan Hotel Belum Pakai Papan Beraksara Bali
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Sekda Dewa Indra saat melaksanakan rapat di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali, Senin (20/5/2019) 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) beberapa bulan lalu mengeluarkan sejumlah peraturan gubernur (pergub).

Salah satunya yakni Pergub Nomor 80 tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, setelah pergub tersebut berjalan beberapa bulan, pihaknya masih melihat masih ada institusi yang belum optimal dalam menjalankan regulasi tersebut.

Dari laporan yang ia terima, perjalanan Pergub 80 sudah berjalan terutama sudah dilaksanakannya Bulan Bahasa Bali pada Februari lalu, namun yang Sekda Dewa Indra soroti yakni tentang penggunaan aksara Bali pada papan nama institusi.

Baca: Pekak Sija Maestro Seni dari Desa Bona Gianyar, Berhenti Sekolah Karena Merasa Diperbudak

Baca: Sempat Dikira Kesurupan Dan Dibawa Ke Balian, Ternyata AA Gede Rai Meninggal Karena Positif Rabies

Ditegaskan bahwa semua institusi maupun lembaga untuk memasang papan nama yang mengkombinasikan antara aksara Bali dengan tulisan latin

"Semuanya harus menggunakan, informasi sudah disampaikan di berbagai media sudah," kata Sekda Dewa Indra saat melaksanakan rapat di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali, Senin (20/5/2019).

Menurutnya, untuk instansi pemerintahan sebagian besar sudah menggunakan papan nama bertuliskan aksara Bali bahkan hingga sampai ke desa-desa meskipun masih dalam kondisi darurat.

"Ada yang papan namanya ditutup pakai plastik (atau) pakai apa. Sudah (menggunakan papan nama beraksara Bali)," kata dia.

Dirinya menyayangkan, yang belum mematuhi regulasi penggunaan papan nama beraksara Bali ini justru institusi besar, sehingga pihaknya kembali mengingatkan institusi itu untuk segera mematuhi regulasi dari Pemprov Bali.

Baca: Kuota Piagam PKB dalam PPDB SMP Kota Denpasar Sebanyak 4 Persen  

Baca: Soal Rencana Rekomendasi Dewan Bekukan IMB Eks Sari Club, Ini Tanggapan Kepala DPMPTSP 

Halaman
123
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved