Jawab Soal Tolak Ajakan Boikot Bayar Pajak, Sri Mulyani: Uang Pajak juga Dipakai DPR dan Parpol

Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak khawatir atas seruan ajakan "boikot pajak" yang tengah mencuat di tengah masyarakat.

Jawab Soal Tolak Ajakan Boikot Bayar Pajak, Sri Mulyani: Uang Pajak juga Dipakai DPR dan Parpol
(KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menghadiri Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, Senin (8/10/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak khawatir atas seruan ajakan "boikot pajak" yang tengah mencuat di tengah masyarakat.

"Masalah perpajakan kan sudah diatur oleh undang-undang. Kalau kita mau menjaga negara ini bersama, ya, kita harus menjalankan kewajiban," kata Sri Mulyani, akhir pekan lalu.

Sri Mulyani menjelaskan, uang pajak yang dibayarkan masyarakat sangat penting untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan negara.

Di antaranya, penyelenggaraan negara dari sisi perkeonomian maupun dari sisi penyediaan jasa untuk masyarakat, misalnya pembangunan jalan raya, sekolah, rumah sakit, penyediaan air, hingga listrik.

Masyarakat memang memiliki hak. Namun di sisi lain, masyarakat sebagai warga negara juga memiliki kewajiban yang harus dipenuhi yaitu salah satunya membayar pajak.

Sri Mulyani yang mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia juga mengingatkan, uang pajak yang dibayarkan salah satunya dipakai untuk kepentingan aparatur negara, termasuk untuk DPR dan partai politik.

"Seluruh aparat, termasuk DPR, partai politik pun juga mendapat (dana dari) APBN, Jangan lupa. Karena mereka mendapatkan per kepala. Jadi kalau enggak mau membayar pajak, masak mau negaranya enggak jalan?" ujar Sri.

Ia pun tetap tenang dan meyakini masyarakat tak akan mudah terpengaruh ajakan memboikot pajak ini. Ia juga meyakini banyak politisi yang menolak ajakan ini.

"Saya lihat di antara teman-teman politisi sendiri juga sudah pada berkomentar. Jadi saya tetap berharap masih banyak yang memiliki cara pendekatan kenegarawanan yang baik," ujar dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengajak para pendukung dan pemilih pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno pada Pilpres 2019, untuk tidak membayar pajak.

Halaman
1234
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved