Kampanye Kesadaran Kesehatan Mental, Kindnetic 2019 Target Peserta Remaja

Kindnetic merupakan gerakan yang mengampanyekan tentang pentingnya kesadaran akan kesehatan mental, khususnya self-confidence

Kampanye Kesadaran Kesehatan Mental, Kindnetic 2019 Target Peserta Remaja
Tribun Bali/M Firdian Sani
Suasana press conference dalam serangkaian event kindnetic 2019 dengan tema "Show Who You Really Are" di Kubu Kopi, Jalan Hayam Wuruk, Sumerta Kelod, Denpasar, Bali, pada (20/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, M Firdian Sani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana (FISIP UNUD) angkatan 2016 berkerjasama dengan Bali Soul Society mengadakan press conference project sosial kindnetic, dengan tema "Show Who You Really Are", di Kubu Kopi, Jalan Hayam Wuruk, Sumerta Kelod, Denpasar, Bali, Senin (20/5/2019).

Kindnetic merupakan gerakan yang mengampanyekan tentang pentingnya kesadaran akan kesehatan mental, khususnya self-confidence.

Sasaran peserta acara ini adalah remaja usia 12-20 tahun.

"Remaja masih dalam pencarian jati diri, kondisi emosioanal para remaja itu masih labil, jadi kami fokusnya pada remaja," ujar Ida Ayu Saraswati Indraharsani perwakilan dari Bali Soul Society (BSS).

Menurut penelitian lembaga Riskesdas Kemenkes RI tahun 2018, sebanyak 9 dari 1.000 penduduk berusia di bawah 15 tahun mengalami gangguan mental emosional.

Baca: Saksikan Live Streaming Indosiar! Barito Putera vs Persija Malam Ini Pukul 21.30 Wita

Baca: AA Gede Rai Digigit Anjing Sejak Januari Lalu, Dinas Peternakan dan Keswan Bali Angkat Bicara

Sementara itu, Galang dari pihak Bali Soul Society (BSS) menerangkan, "Ada 9,8 persen gangguan emosional di Bali, 3,7 persen ada di Denpasar yang berusia 15 tahun keatas, contohnya depresi, gangguan kecemasan," jelasnya.

Ada beberapa hal yang mendasari terganggunya mental seseorang terutama remaja.

"Media massa sangat berperan besar dalam pembentukan dan pertumbuhan anak remaja, khususnya sosial media itu sendiri," kata Oning Widiyanti.

Sosial media dinilai berperan besar terhadap kesehatan mental, karena remaja secara tidak langsung melihat dan meniru apa yang terpapar di media sosial.

Baca: Berkas Sudikerta Lengkap, Besok Dilimpahkan ke Kejaksaan, Begini Komentar Kuasa Hukum

Baca: Tiga Murid Juara Lomba Bersama Ayah, PAUD Widya Chandra dan Faber Castell Gelar Parenting

"Sosial media itu menjadi budaya di masyarakat, apa yang ada di sosial media itu biasanya masyarakat selalu meniru, contohnya tentang kecantikan, tidak semua orang punya standar kecantikan yang ada di media sosial tersebut. Mental masyarakat khususnya, remaja akan mengalami gangguan mental tersendiri ketika memaksa menjadi apa yang dilihat di media sosial tersebut," sambung Oning Widiyanti.

Di sisi lain, panitia juga mengharapkan acara nanti akan berjalan lancar.

"Kami harap acara ini dapat berjalan dengan lancar, sesuai dengan rencana awal, disini kami ingin tunjukkan ke teman-teman dan masyarakat luas di sana bahwa masih ada yang peduli tentang kesehatan mental, sekalipun hal ini bukan ranah kami," kata Oning Widiyanti selaku Project Manager Kindnetic 2019.

Kindnetic 2019 akan dilaksanakan di Garden Groove, Renon, Denpasar, Minggu (2/6/2019).

"Acara ini akan dikemas semenarik mungkin, nanti juga akan ada penampilan akustik dari teman-teman panitia, ada penampilan fashion show, juga penampilan Nosstress untuk menghibur teman-teman semua," ujarnya. (*)

Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved