Pekak Sija Maestro Seni dari Desa Bona Gianyar, Berhenti Sekolah Karena Merasa Diperbudak

Made Sija, merupakan maestro seni Bali kelahiran 1932 di Banjar Dana, Desa Bona, Bahbatuh, Gianyar

Pekak Sija Maestro Seni dari Desa Bona Gianyar, Berhenti Sekolah Karena Merasa Diperbudak
Made Sija
Made Sija, seorang maestro seni Bali kelahiran 1932 di Banjar Dana, Desa Bona, Bahbatuh, Gianyar. 

Namun saat ini pentas pedalangan sudah redup atau kurangnya minat masyarakat dalam mengupah wayang. Pekak Sija mengaku, redupnya seni pedalangan bukan hanya karena perkembangan zaman.

Namun hal itu juga akibat para dalang sendiri.

Pada massa kejayaan seni pedalangan, dirinya dan semua dalang yang ada saat itu, tidak pernah berhenti belajar.

Meskipun saat itu tidak ada teknologi untuk merekam sebuah pertunjukkan, Pekak Sija tidak pernah pentas membawakan cerita yang sama.

“Kalau sudah pernah pentas pakai narasi itu, saat pentas lagi saya tidak pakai. Kecuali kalau narasinya dipentaskan di Gianyar, lalu pentas keduanya di Karangasem barulah saya pake narasi yang sama,” ujarnya.

Hal tersebut yang tidak dilakukan oleh dalang-dalang zaman now.

Kata dia, dalang saat ini hanya belajar sampai dipakem. Terkait lelucon dan alur cerita dalam pementasan tidak dikembangkan.

Hal inilah yang menyebabkan masyarakat bosan. Terlebih lagi saat ini pesatnya teknologi perekaman. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved