Pemprov Bali Akui Aturan Larangan Sampah Plastik Masih Pincang

Sekda Bali Dewa Made Indra mengakui pergub pengurangan sampah plastik masih pincang

Pemprov Bali Akui Aturan Larangan Sampah Plastik Masih Pincang
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Sekda Dewa Indra pada saat melakukan rapat di Kantor Satpol-PP Provinsi Bali, Senin (20/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mengeluarkan regulasi atau peraturan yang membatasi penggunaan sampah plastik sekali pakai.

Regulasi itu dilakukan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 97 tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra mengakui, Pergub yang diundangkan pada 21 Desember 2018 tersebut saat ini perjalanannya masih pincang.

Pasalnya Sekda Dewa Indra menilai, guna melaksanakan Pergub ini memerlukan dua langkah sekaligus.

Pertama, dilakukan dengan membatasi penggunaan bahan plastikny, dan yang kedua harus ada upaya memproduksi bahan pengganti plastik tersebut.

Baca: Siaga Bencana Kebakaran di Rumah Sakit, RSUP Sanglah Gelar Simulasi Red Code

Baca: Mau Tukar Uang Untuk Hari Raya Idul Fitri? Catat Tanggal dan Lokasinya Berikut

"Saya tahu ini jalannya masih pincang. Pembatasan sampah plastik sudah kencang jalannya, kemana-mana kita larang. Tapi proses produksi menghasilkan pengganti bahan plastik jalannya belum sekencang itu," kata dia.

Hal ini disampaikan Sekda Dewa Indra pada saat melakukan rapat dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali di kantor setempat, Senin (20/5/2019).

Rapat tersebut juga dihadiri oleh segenap kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemprov Bali, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali-Nusra, serta Satpol PP kabupaten dan kota se-Bali.

Pada kesempatan tersebut, Sekda Dewa Indra menegaskan, upaya memproduksi bahan pengganti plastik yang ramah lingkungan harus terus diupayakan.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved