Sampah Plastik di Bali Diklaim Menurun Signifikan, Sekda Bali Sebut Ada yang Mencapai 50 Persen

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra mengklaim bahwa keberadaan sampah plastik di Bali sudah menurun sangat signifikan.

Sampah Plastik di Bali Diklaim Menurun Signifikan, Sekda Bali Sebut Ada yang Mencapai 50 Persen
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Darmadi saat memimpin rapat evaluasi Pergub di kantor setempat, Senin (20/5/2019). 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra mengklaim bahwa keberadaan sampah plastik di Bali sudah menurun sangat signifikan.

Penurunan ini dikatakannya sesuai dengan laporan yang ia terima dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali.

"Laporan yang diberikan oleh Dinas Lingkungan Hidup, penurunan sampah plastik sekali pakai sudah sangat signifikan. Ada yang sudah sampai 50 persen," kata dia.

"Angka-angka pastinya ada di Dinas Lingkungan Hidup. Sudah dilaporkan ke Pak Gubernur," imbuh eks Kepala Pelaksana (Kalaksa)Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali itu.

Hal itu ia katakan pada saat ditemui awak media usai melakukan rapat mengenai evaluasi tiga buah pergub di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Provinsi Bali, Senin (20/5/2019).

Pergub Bali Nomor 97 tahun 2019 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai menjadi salah satu yang dievaluasi pada saat itu.

Baca: Jualan Pipet Stainless, Gusti Ayu Kusuma Raup Omzet Hingga Rp 3,5 Juta/Bulan

Baca: Penyaluran KUR BPD Bali Capai Rp 399 Miliar, OJK Sebut Kredit UMKM Tumbuh 7,83 Persen

Selain Pergub 97, turut dievaluasi Pergub Nomor 79 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali dan Pergub Nomor 80 tahun 2018 tentang Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta Peringatan Bulan Bahasa Bali.

Dijelaskan Sekda Dewa Indra, data mengenai pengurangan sampah plastik ini diketahui setelah dilakukan survei yang dilakukan mulai bulan Februari 2019 lalu.

"Ya kan pergubnya akhir tahun kan. Januari masih penyesuaian. Pengganti pipet plastik belum ada. Pengganti tas plastik belum ada. Jadi surveinya mulai Februari, Maret (dan) April," terangnya.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved