Kepala Rudenim Denpasar Sosialisasi ke Kodim Karangasem

Kepala Rudenim Denpasar bersama Dandim 1623 Karangasem terjun langsung melihat proses kedatangan dan keberangkatan WNA.

Kepala Rudenim Denpasar Sosialisasi ke Kodim Karangasem
Istimewa/Kantor Rudenim Denpasar
Kepala Rudenim Denpasar Saroha Manullang mengunjungi Markas Kodim 1623 Karangasem, Bali, Selasa (21/5/2019). 

Kepala Rudenim Denpasar Sosialisasi ke Kodim Karangasem

TRIBUN-BALI, COM, AMLAPURA - Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar, Saroha Manullang dan jajarannya melaksanakan asistensi ke Markas Komando Distrik Militer 1623 Karangasem, Bali, Selasa (21/5/2019).

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menjalin sinergitas tanpa batas dalam pelaksanaan tugas Rudenim, khususnya penanganan Pengungsi Mandiri di wilayah Provinsi Bali,

Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk menyosialisasikan mengenai pengungsi mandiri pada wilayah kerja Rumah Detensi Imigrasi Denpasar sesuai dengan Perpres No 125 Tahun 2016 Tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri.

Kedatangan Kepala Rumah Detensi Imigrasi Denpasar ke Komando Distrik Militer 1623 Karangasem disambut Komandan Distrik Militer 1623 Karangasem, Letkol Inf Bima Santoso.

Dalam kegiatan ini, Kabupaten Karangasem dipilih karena terdapat Pelabuhan Padang Bai, yang merupakan pintu masuk dan keluarnya orang asing serta merupakan jalur penyeberangan orang asing dari Bali ke Lombok dan sebaliknya.

Hal ini tentunya menjadi atensi khusus kemungkinan terdapatnya pelanggaran Keimigrasian dan tidak menutup kemungkinan terdapatnya pengungsi mandiri.

“Agar upaya-upaya pengawasan Keimigrasian dapat berjalan dengan efektif dan tepat sasaran maka kepada anggota TNI khususnya, perlu diberikan pengetahuan dan pemahaman terkait bentuk serta mekanisme pengawasan terhadap pengungsi mandiri,” kata Dandim 1623, Letkol Inf Bima Santoso .

Kepala Rudenim Denpasar, Saroha Manullang menanggapi hal tersebut dengan positif dan akan ditindaklanjuti dengan adanya rencana kegiatan sosialisasi Perpres No 125 tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri agar tercipta kesatuan persepsi antarinstansi pemerintah apabila ada permasalahan terkait orang asing.

Untuk melihat langsung kondisi di lapangan, Kepala Rumah Detensi Imigrasi Denpasar bersama Dandim 1623 Karangasem terjun langsung melihat proses kedatangan dan keberangkatan WNA melalui Pelabuhan Padang Bai.

Inilah wujud sinergitas tanpa batas antarinstansi pemerintah dalam melaksanakan tusi (tugas dna fungsi) yang kedepannya ini merupakan salah satu agenda antara Rumah Detensi Imigrasi Denpasar dengan TNI dalam hal pengawasan keimigrasian sebagai bentuk upaya penegakan kedaulatan NKRI.

Dijelaskan Saroha, Rumah Detensi Imigrasi Denpasar yang memiliki wilayah kerja Rumah Detensi Imigrasi meliputi 2 Provinsi yaitu Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) mempunyai fungsi pendetensian, pengisolasian, pemulangan dan pendeportasian.

Rumah Detensi Imigrasi sebagai salah satu pilar Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI mempunyai fungsi sebagai tempat penampungan sementara bagi Warga Negara Asing yang menyalahgunakan izin keimigrasiannya sambil menunggu kepulangan ke negaranya maupun dideportasi. (*)

Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved