Breaking News:

Mengecek Kesiapan Armada di Bali Hadapi Arus Mudik 2019

berkaca pada arus puncak mudik H-2 tahun 2018 lalu, kata Agung, pengguna sepeda motor saja hampir mencapai 17 ribu untuk di Pelabuhan Gilimanuk.

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN BALI/I WAYAN SUI SUADNYANA
Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB), Agung Hartono 

Mengecek Kesiapan Armada di Bali Hadapi Arus Mudik 2019

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB), Agung Hartono memprediksi, jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dari Bali meningkat dari 10 hingga 13 persen pada tahun ini.

"Berdasarkan prediksi, (dibanding) tahun yang lalu itu, diperkirakan naik. Asumsi naiknya 10 persen sampai 13 persen," kata dia.

Hal itu Agung jelaskan saat ditemui awak media usai melakukan rapat Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran di Provinsi Bali tahun 2019 di Swiss-Belresort Watu Jimbar, Sanur, Denpasar, Selasa (21/5/2019).

Rapat itu dihadiri Direktur Transformasi Sungai, Danau dan Penyebrangan Direktorat Jendral Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI Candra Irawan, Dinas Perhubungan provinsi serta kabupaten/kota se-Bali, Polres/Polresta se-Bali, Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Angkutan Darat (DPS Organda) Bali, Ditlantas Polda Bali, BMKG, Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Basarnas.

Baca: Nama Pejabat Ini Disebut AA Alit Wiraputra, Janji Akan Bongkar Semua di Persiangan

Baca: Rumah di Banjar Sangging Kosong Tiba-tiba Terbakar Hebat, Petugas Sebut Pemadaman Cukup Sulit

Jika berkaca pada arus puncak mudik H-2 tahun 2018 lalu, kata Agung, pengguna sepeda motor saja hampir mencapai 17 ribu untuk di Pelabuhan Gilimanuk.

Meski diprediksi akan terjadi kenaikan, berbagai transportasi yang tersedia lebih dari cukup, baik itu angkutan angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun angkutan penyeberangan.

Dirinya pun merinci ketersediaan armada yang akan digunakan untuk melayani para pemudik.

Di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk misalnya yang saat ini telah tersedia kapal sebanyak 56 armada, sedangkan di Pelabuhan Padang Bai-Lembar ada 39 kapal serta di Pelabuhan Kayangan-Tano ada 32 kapal.

Untuk meminimalkan terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan, pihaknya juga telah melakukan rem cek terhadap beberapa kapal tersebut.

Rem cek ini didukung oleh berbagai stakeholder terkait seperti Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Syahbandar, Dinas Perhubungan Provinsi maupun kabupaten dan kota.

Berbagai strategi untuk menyambut masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik ini, pihaknya juga telah melakukan berbagai skenario, baik itu dalam keadaan normal, padat dan ketika saat padat.

Menurut Agung, yang perlu dicermati saat ini adalah kondisi cuaca yang seringkali tidak menentu.

Oleh karena itu pihaknya mengaku terus berkoordinasi dengan pihak BMKG guna mengetahuinya kondisi cuaca tersebut.

"Kalau terjadi cuaca ekstrim, tentunya dari pihak operasional atau pihak operator untuk tidak memaksakan harus berangkat. Dan nanti dari Syahbandar akan melakukan pengendaliannya kapan dia akan berangkat. Kalau memang cuacanya tidak mungkin ya ditunda keberangkatannya," jelasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved