Pengelolaan Museum Subak Tumpang Tindih, DPRD Bali akan Bahas Kejelasan Kewenangan

Rombongan Komisi II DPRD Provinsi Bali melaksanakan kunjungan kerja ke Museum Subak Bali di Tabanan, Senin (20/5/2019).

Pengelolaan Museum Subak Tumpang Tindih, DPRD Bali akan Bahas Kejelasan Kewenangan
Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan
Rombongan Komisi II DPRD Provinsi Bali melaksanakan kunjungan kerja ke Museum Subak Bali di Tabanan, Senin (20/5/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Rombongan Komisi II DPRD Provinsi Bali melaksanakan kunjungan kerja ke Museum Subak Bali di Tabanan, Senin (20/5/2019).

Dalam kunjungan tersebut, ada beberapa poin yang disoroti. Salah-satunya kewenangan pengelolaan untuk museum yang masih tumpang tindih.

Komisi II DPRD Provinsi Bali menyatakan, masalah pertama yang ditemukan adalah museum ini dikelola oleh tiga instansi, yakni Dinas Kebudayaan Tabanan, Balai Wilayah Sungai Bali Penida, dan Pemerintah Provinsi Bali.

“Ini yang masih tumpang tindih kewenangannya, contohnya jalan yang rusak di depan. Tabanan sendiri merasa tidak memiliki kewenangan untuk memperbaiki, itu masih belum jelas sehingga nanti kita akan perjelas lagi,” ujar Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali, I Ketut Suwandhi saat dijumpai, Senin (20/5/2019).

Dia melanjutkan, kesimpulannya memang masih banyak yang perlu dibenahi.

Terlebih lagi, beberapa waktu lalu Gubernur Bali, Wayan Koster mewacanakan agar seluruh aset yang terletak di daerah tingkat II (Kabupaten) akan diberikan kewenangannya ke tingkat II.

“Tentunya sebelum realisasi, kami akan menggelar rapat kerja dulu dengan instansi terkait seperti Dinas Kebudayaan Provinsi dan Kabupaten, Bagian Aset dan lain sebagainya yang berkaitan. Termasuk mempertanyakan tujuan dari Dinas Kebudayaan Tabanan untuk meminta aset ini,” jelasnya.

Disinggung mengenai anggaran bantuan untuk perawatan di Museum Subak, Suwandhi menyatakan saat ini masih belum jelas, sebab segala sesuatu kebutuhan dianggarkan di Dinas Kebudayaan Tabanan.

“Termasuk juga pegawainya, baik honor atau kontrak. Nah ini kita akan matangkan dulu. Jika tepat sasaran, nantinya kemungkinan dialihkan ke Kabupaten Tabanan seluruhnya,” akunya. 

Apakah akan diambil alih ke pusat karena di Bali ada dua museum subak yakni di Tabanan dan Gianyar? Dia menyerukan lebih baik museum subak hanya satu di Bali.

Halaman
12
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved