Bisa Donor Darah di Dalam Mobil, Tabanan Terima Bantuan dari Jepang

Bantuan satu unit mobil donor darah dari pihak Jepang diserahkan oleh Rotary Club kepada PMI Kabupaten Tabanan

Bisa Donor Darah di Dalam Mobil, Tabanan Terima Bantuan dari Jepang
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
MOBIL DONOR - Suasana saat seremonial pemberian satu unit mobil donor darah oleh pihak Jepang kepada PMI Tabanan di BRSU Tabanan, Selasa (21/5/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Bantuan satu unit mobil donor darah dari pihak Jepang diserahkan oleh Rotary Club kepada PMI Kabupaten Tabanan yang diterima langsung oleh Ketua PMI Tabanan, I Komang Gede Sanjaya di BRSU Tabanan, Selasa (21/5/2019).

Nantinya dengan adanya mobil ini, diharapkan minat masyarakat untuk mendonorkan darahnya bisa bertambah, sebab donor darah bisa langsung dilaksanakan di dalam mobil tersebut.

Kepala Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Tabanan, Dr I Nyoman Gede Sumardika mengatakan, kebutuhan darah di Tabanan setiap tahunnya sebanyak 6.000 kantong.

Namun jumlah tersebut kerap tak terpenuhi sehingga harus mengambil darah sebanyak 500-600 kantong ke RSUP Sanglah.

“Kelebihannya kita bisa mengambil darah di dalam mobil, karena di dalam mobil sudah dilengkapi fasilitas untuk pengambilan darah seperti kursi, petugas, komputer, dan alat lainnya,” katanya.

Saat ini, kata dia, darah tersebut sama dengan obat, artinya produksinya harus ada standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

Baca: Demi Beri Hadiah Untuk Pacar, Gedu Nekat Angkut Kulkas di Sebuah Villa Kosong Ubud

Baca: Enam Ekor Sampel Negatif Rabies, Total Vaksinasi Massal Rabies di Tabanan Sudah 50 Persen

Jadi dari awal pengambilan darah harus sesuai standar, sehingga kita harus memperkecil terjadinya kontaminasi darah dari empat penyakit yang biasa di-screaning, diantaranya hepatitis B, hepatitis C, HIV, dan Spilis.

“Jika memang dicurigai dan berisiko tinggi, tidak kita ambil darahnya. Sehingga yang lebih kita andalkan kan masyarakat yang sudah sering donor darah karena sudah di-screaning,” jelasnya. 

Ia mengatakan golongan darah yang paling banyak diperlukan adalah O.

Dia menegaskan saat ini tidak boleh melakukan pengambilan darah di lapangan karena harus dilakukan di ruang tertutup.

Halaman
12
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved