Denpasar Akan Bangun Taman Sewaka Dharma

Pemkot Denpasar akan membangun Taman Sewaka Dharma yang akan berisi kutipan-kutipan lontar yang membahas tentang Sewaka Dharma

Denpasar Akan Bangun Taman Sewaka Dharma
Tribun Bali/I Putu Supartika
Seminar Nasional Dewan Kota Pusaka Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Rabu (22/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemkot Denpasar akan membangun Taman Sewaka Dharma.

Rencananya di taman ini akan berisi kutipan-kutipan lontar yang membahas tentang Sewaka Dharma.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra dalam Seminar Nasional Dewan Kota Pusaka Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Rabu (22/5/2019).

Menurut Rai Mantra, kata sewaka berasal dari Seva yang artinya pengabdian dan pelayanan serta dharma merupakan kewajiban yang mesti dilaksanakan.

Baca: AHM Hadirkan Warna Baru untuk Skutik Besar Honda PCX

Baca: Anjing Liar Serang Tiga Warga di Desa Akah Secara Membabi Buta, Semua Terluka Parah di Bagian Wajah

Moto ini pulalah yang digunakan sebagai moto pelayanan di Kota Denpasar.

"Ini berpijak dari adanya transformasi, dulu ASN dilayani, sekarang melayani masyarakat dan merupakan keeajiban," kata Rai Mantra.

Ternyata sewaka dharma ini sudah ada sejak abad ke-15 di Sunda, Jawa Barat.

"Sekarang kita kumpulkan referensi ini yang awalnya pemikiran lokal bisa jadi nasional. Kalau bisa diangkat dalam bahasa Sansekerta akan memiliki nilai global, karena bahasa Sansekerta merupakan bahasa global saat itu," katanya.

Baca: Inggris Ingin Jalin Kerja Sama dengan Bali di Bidang Infrastruktur, Pendidikan dan Bisnis

Baca: Sambil Menangis Mulan Jameela Ceritakan Keputusannya Untuk Hijrah, Awalnya Mengaku Malu

Sehingga hal itulah yang melatarbelakangi dibangunnya taman Sewaka Dharma ini.

Taman ini nantinya juga akan jadi monumen perubahan dalam pelayanan.

"Nanti akan diisi lontar tentang Sewaka Dharma yang di Sunda. Itu bisa dimonumenkan. Juga ada referensi lontar Sewaka Dharma di Bali atau di Belanda kita tulis di sana. Akan jadi monumen perubahan," kata Rai Mantra.

Terkait tempat pembangunannya ia mengatakan belum menentukan.

"Untuk tempatnya kan di Denpasar banyak taman-taman, nanti kita tata," katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved