Mantan Danjen Kopassus Tersangka Senjata Ilegal, Mayjen (Purn) Soenarko Huni Rutan Militer Guntur

Kali ini polisi menangkap dan menahan Mayjen (Purn) Soenarko, mantan Danjen Kopassus terkait tuduhan senjata gelap dari Aceh dan makar.

Mantan Danjen Kopassus Tersangka Senjata Ilegal, Mayjen (Purn) Soenarko Huni Rutan Militer Guntur
Tribunnews.com/Vincentius Jyestha
Eks Danjen Kopassus, Mayjend (Purn) Soenarko. 

Menurut mantan Panglima TNI tersebut, pemerintah membuka informasi itu kepada masyarakat untuk mencegah kesalahpahaman terkait aksi 22 Mei.

Jangan Panik

Seluruh aparat yang diterjunkan untuk pengamanan aksi 22 Mei tidak dilengkapi senjata beramunisi peluru tajam.

"Rapat di Menkopolhukam menyepakati hindarkan TNI-Polri dari senjata amunisi tajam. Tidak ada lagi sekarang amunisi tajam itu, dilarang. Selain itu menghindari kontak langsung dengan massa," tegas Moeldoko.

Dalam kesempatan itu Wiranto meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tak takut menanggapi berita-berita negatif yang beredar di media sosial.

Ia mengatakan, Polri dan TNI telah mempersiapkan diri secara baik untuk mengamankan dan menjaga keselamatan masyarakat.

"Masyarakat harap tenang, jangan panik dan takut. Jangan percaya berita negatif di media sosial. Percayalah TNI dan Polri kompak bersatu padu menghadapi segala ancaman dan telah mempersiapkan yang terbaik untuk menjaga keselamatan masyarakat dan keamanan negara," ungkapnya.

Wiranto juga meminta keaktifan masyarakat untuk melaporkan kepada aparat manakala ada hal-hal yang mencurigakan.

Menurutnya, memang benar ada pihak yang ingin memanfaatkan panasnya situasi pascapenetapan hasil Pemilu 2019 untuk melakukan sabotase.

"Masyarakat harus ikut waspada terhadap kelompok radikal dan teroris yang memanfaatkan situasi saat ini untuk melakukan sabotase," katanya. (tribunnetwork/zal/fel)

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved