Mengaku Dibayar Rp 6 Juta Untuk Serang Markas Brimob, Siapa Mereka?

Ditemukan pula sejumlah amplop berisikan uang dan pihak kepolisian sudah mengamankan amplop beserta uang tersebut.

Mengaku Dibayar Rp 6 Juta Untuk Serang Markas Brimob, Siapa Mereka?
Youtube Kompas TV
Massa di Kawasan Asrama Brimob, Jakarta Barat. Mengaku Dibayar Rp 6 Juta Untuk Serang Markas Brimob, Siapa Mereka? 

Ia menegaskan bahwa adapula seorang pihak yang bertindak sebagai provokator yang mengompor-ngompori massa aksi demo hingga akhirnya menimbulkan kericuhan.

Diduga sejumlah pihak yang menjadi provokator berasal dari luar Jakarta.

"Kita sudah mengidentifikasi, masyakarat dari luar Jakarta yang pertama kali memprovokasi," katanya.

"Aksi yang seharusnya damai tapi diprovokasi yang mengakibatkan masaa terpancing," sambungnya

Selain itu, Dedi Prasetyo menuturkan bahwa sejauh ini pihak telah mengamankankan sejumlah orang yang diduga merupakan provokator.

"Dari hasil komunikasi saya dengan teman-teman yang sudah berhasil diamankan ada puluhan massa yang diduga provokator," tandasnya.

Untuk diketahui, bahwa aksi unjuk rasa sudah terjadi sejak Selasa (21/5/2/2019).

Adapun tiga lokasi yang dijadikan tempat massa melakukan aksi.

Tiga lokasi tersebut antara lain depan Gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, kawasan Tanah Abang, dan Petamburan dekat Asrama Brimob.

Seblumnya, Kompas TV sempat meloparkan situasi kondusif sudah menyelimuti kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Rabu (22/5/2019).

Pada pukul 4.50 WIB tadi massa sudah berangsur mundur dan api sudah dipadamkan dengan mobil water canon, di mana kala itu dibantu oleh petugas pemadam kebakaran.

Sebelumnya, massa membakar sampah di tengah jalan yang menimbulkan api.

Dengan demikian, aparat kepolisian bersama dengan TNI bersinergi untuk maju dan mendesak massa agar bubar barisan.

Hingga pada akhirnya, suara tembakan gas air mata mulai tak terdengar.

Suasana yang kondusif ini tak dibiarkan begitu saja, aparat kepolisian terus berjaga sejak semalam hingga beranjak makan sahur pukul 4.25 WIB. Mereka duduk-duduk di pinggir jalan untuk melakukan makan sahur di waktu yang genting.

Sementara, pantauan di sekitar Bawaslu juga mulai kondusif.

Tampak pula beberapa warga sudah bisa melintas di kawasan tersebut.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa terhadap hasil Pemilu 2019 berlangsung tertib pada Selasa (21/5/2019). Sebagian besar massa sudah membubarkan diri pukul 20.00.

Hanya saja, ada massa yang menolak membubarkan diri.

Awalnya, mereka berusaha merusak pagar besi di Gedung Bawaslu sekitar pukul 22.00. Polisi pun bergerak membubarkan paksa.

Massa berlarian ke arah Tanah Abang, sebagian lagi ke arah Gondangdia dan terkonsentrasi di Jalan Sabang.

Massa kemudian melempar batu hingga petasan ke arah polisi. Polisi akhirnya melepaskan tembakan gas air mata kepada kerumunan massa. (*)

 

Artikel ini ditulis Elma Gloria Stevani telah tayang di Tribunjatim.com

Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved