Pelimpahan Tahap II Kasus Perusakan Surat Suara, Oknum KPPS Akan Jalani Sidang di PN Tabanan

Pelimpahan Tahap II Kasus Perusakan Surat Suara, Oknum KPPS Akan Jalani Sidang di PN Tabanan

Pelimpahan Tahap II Kasus Perusakan Surat Suara, Oknum KPPS Akan Jalani Sidang di PN Tabanan
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Raut wajah oknum Ketua KPPS di Tabanan, I Wayan Sarjana tampak datar saat proses pelimpahan tahap II oleh Penyidik Polres Tabanan ke Kejari Tabanan, Selasa (21/5/2019).┬áPelimpahan Tahap II Kasus Perusakan Surat Suara, Oknum KPPS Akan Jalani Sidang di PN Tabanan 

Pelimpahan Tahap II Kasus Perusakan Surat Suara, Oknum KPPS Akan Jalani Sidang di PN Tabanan

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Raut wajah oknum Ketua KPPS di Tabanan, I Wayan Sarjana, pelaku perusakan surat suara di TPS 29 Banjar Pangkung, tampak datar saat proses pelimpahan tahap II oleh Penyidik Polres Tabanan ke Kejari Tabanan, Selasa (21/5/2019) kemarin.

Berkas pelaku yang mengenakan baju kotak-kotak warna kuning ini dinyatakan lengkap atau P21. 

Hanya saja, Kejari Tabanan tidak menahan Wayan Sarjana dengan pertimbangan hukuman yang dilanggar sesuai dengan UUD Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu hanya 4 tahun penjara.

Sekitar pukul 16.00 Wita, dilakukan penyerahan tersangka dengan barang bukti berupa sebuah kotak suara yang digunakan pada TPS 29 Banjar Pangkung 17 April 2019 lalu.

Baca: Pelantikan Pejabat Eselon II Pemkot Denpasar Tunggu SK Mendagri untuk Kadis Disdukcapil

Baca: Kini Pasar Beringkit Buka 4 Kali Seminggu, Perumda Rancang Pasar Sore & Terapkan Parkir Digital

Di dalam kotak tersebut juga terdapat sebanyak tujuh surat suara yang dirusak.

Tersangka dan barang bukti diserahkan ke Jaksa Pidana Umum Kejari Tabanan untuk selanjutnya dimintai keterangan. 

"Hari ini (kemarin, red) proses pelimpahan tahap II karena berkasnya sudah lengkap. Tersangka juga sudah kami periksa dan mengakui, tapi ia tak ditahan," jelas Kajari Tabanan, Ni Wayan Sinaryati, Selasa (21/5/2019) kemarin. 

Menurutnya, tidak ditahannya tersangka lantaran dinilai kooperatif mengakui perbuatannya.

Kemudian, ancaman dari pasal yang diterapkan sesuai dengan UU Pemilu kurang dari lima tahun atau maksimal empat tahun.

Baca: Kisah Kedekatan Soeharto dan BJ Habibie, Serta Peristiwa 21 Mei 1998

Baca: Viral Foto Tukang Sapu Jalan Tetap Bekerja di Tengah Aksi Massa Tuai Komentar Kagum & Haru Ini

Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pengawasan terhadap tersangka.

"Karena yang bisa kami lakukan penahanan yang punya ancaman hukuman 5 tahun," jelasnya. 

Selanjutnya, kata dia, kasus ini akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tabanan untuk dilakukan sidang.

Mengingat waktu penyelesaian kasus harus segera tuntas. 

"Besok (hari ini, red) kami langsung limpahkan ke PN Tabanan untuk selanjutnya sidang akan dijadwalkan oleh PN Tabanan," tandasnya.(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved