Program Pro Rakyat Bukan Jaminan, Disdukcapil Catat Lebih Banyak Warga Keluar Dibanding Masuk Badung

Sesuai data dari Disdukcapil, pada tahun 2018 warga Badung yang keluar tercatat sebanyak 3.562 orang

Program Pro Rakyat Bukan Jaminan, Disdukcapil Catat Lebih Banyak Warga Keluar Dibanding Masuk Badung
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Nyoman Soka (tengah) yang didampingi Kasi Pindah dan Datang Wayan Bhaskara, serta Kasi SIAK Wayan Artayasa saat menggelar jumpa media, Selasa (21/5/2019). Program Pro Rakyat Bukan Jaminan, Disdukcapil Catat Lebih Banyak Warga Keluar Dibanding Masuk Badung 

Program Pro Rakyat Bukan Jaminan, Disdukcapil Catat Lebih Banyak Warga Keluar Dibanding Masuk Badung

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Beberpa program pro rakyat sudah dinakmati masyarakat Badung.

Dari pendidikan dan kesehatan gratis, santunan kematian, tunjangan lansia, tunjangan penunggu pasien diberikan pemerintah setempat.

Namun tak banyak warga yang ingin masuk ke Badung.

Bahkan warga Badung justru banyak yang keluar dari Badung ke daerah lain.

Hal itu diungkapkan Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Badung, Nyoman Soka saat jumpa media Selasa (21/5/2019) kemarin.

Menurutnya, sesuai data dari Disdukcapil, pada tahun 2018 warga Badung yang keluar tercatat sebanyak 3.562 orang.

Sementara warga yang masuk ke Badung tercatat 3.392 orang.

Baca: Pelatih Bhayangkara FC Sebut Kemenangan Bali United karena Kartu Merah Alsan Sanda

Baca: Ketika Polisi Yang Amankan Aksi 22 Mei Video Call Anaknya di Tengah Bentrokan

Sehingga menurutnya warga yang keluar dari Badung lebih banyak 170 orang dibanding yang masuk.

"Ini data dari riil yang terjadi di lapangan. Walaupun banyak program pro rakyat namun masyarakat yang keluar justru lebih banyak dari pada warga yang masuk," ucapnya.

Halaman
123
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved