Disdik Bali Siapkan Anggaran Rp 22 Miliar, Siswa Sekolah Swasta Akan Dibantu Bosda

Pemprov Bali mencarikan solusi dengan memberikan siswa di sekolah swasta berupa Bantuan Operasional Daerah (Bosda)

Disdik Bali Siapkan Anggaran Rp 22 Miliar, Siswa Sekolah Swasta Akan Dibantu Bosda
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Acara sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang diikuti oleh Kepala SMA/SMK se Bali di Aula Kantor Disdik Provinsi Bali, Kamis (23/5/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR-Dinas Pendidikan Provinsi Bali akan membuka pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tahun 2019, akhir Juni mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Bali, Ketut Ngurah Boy Jayawibawa meminta kepada orangtua murid tidak perlu khawatir jika anaknya tidak diterima di SMA/SMK negeri.

Menurut Boy, kekhawatiran tersebut salah satunya diakibatkan karena persoalan biaya.

Maka dari itu, Pemprov Bali mencarikan solusi dengan memberikan siswa di sekolah swasta berupa Bantuan Operasional Daerah (Bosda)

 ”Jika karena masalah biaya, untuk sekolah swasta pun diatur skema pembiayaannya mulai tahun 2019 ini. Jadi antara negeri dengan swasta sama-sama akan diberi bantuan,” kata Boy usai acara sosialisasi PPDB di Aula Kantor Disdik Provinsi Bali, Kamis (23/5/2019).

Baca: Tahun 2019 PPDB Murni Zonasi, Bangli Gunakan Data Sesuai Alamat & Berdasarkan Dua Kategori

Baca: Kuota Piagam PKB dalam PPDB SMP Kota Denpasar Sebanyak 4 Persen  

Pihaknya merancang per siswa nantinya akan diberi bantuan Rp 900 ribu per tahun. 

Sehingga  total anggaran yang disiapkan Pemprov Bali ditambah dengan beasiswa miskin adalah sejumlah Rp 22 milyar. 

 
“Mulai tahun 2019. Kita sudah rancang ini, tapi karena tahun sudah berjalan, maka akan dianggarkan dalam perubahan,” imbuhnya.

 
Di samping itu, pihaknya juga mengantisipasi terhadap sekolah swasta tidak mendapat murid akibat adanya gelombang kedua dalam PPDB karena banyaknya siswa yang berebut mencari sekolah negeri.

 
“Mudah-mudahan sekarang ini bisa dicarikan solusi. Karena kekhawatiran orangtua kalau anaknya tidak mendapat negeri dan diharuskan mencari swasta, di sisi lain biaya yang butuhkan di swasta  lebih besar,” tuturnya.

Halaman
123
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved