DLH Kirim Sampel Air ke Laboratorium Banyuwangi, Memburu Pembuang Limbah di Teluk Limo

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jembrana mengambil sampel air di Sungai Teluk Limo, Desa Tegalbadeng Barat, Kecamatan Negara

DLH Kirim Sampel Air ke Laboratorium Banyuwangi, Memburu Pembuang Limbah di Teluk Limo
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
PENCEMARAN - Kondisi Sungai Teluk Limo di Desa Tegalbadeng Barat, Kecamatan Negara yang berwarna keputihan beberapa waktu lalu. DLH Kirim Sampel Air ke Laboratorium Banyuwangi, Memburu Pembuang Limbah di Teluk Limo 

Sebab bau busuknya menyangat 24 jam.

Ia meminta ada penyetopan atau pengurangan produksi ikan agar tidak menimbulkan limbah.

Baca: Grand Prize Honda Scoopy Diundi Minggu Ini, Yuk Ikut Program Digital and Device Exhibition Telkomsel

Baca: Siswa Kerjakan Soal Pakai HP, SMK Pariwisata Dalung Terapkan Ujian Berbasis Android

"Biasanya itu (limbah) dibuang di atas jam 10 malam. Jadi warga tidak tahu. Itu dari pabrik pengolahan ikan atau pabrik sarden," ucapnya beberapa waktu lalu.

Sedangkan Kepala Humas PT Bali Maya, Eka Sabara menilai warga salah persepsi dalam hal ini.

Kata dia, pihaknya tidak membuang limbah, hanya air yang sudah diolah dengan alat pengolahan limbah

Indikator Baku Mutu

Secara keseluruhan dari hasil analisa laboratorium, Dinas Lingkungan Hidup bisa membaca, indikasi mana yang paling di atas baku mutu.

Dengan demikian, DLH mampu mencari indikator tiap limbah yang dihasilkan.

Jika indikator untuk limbah tahu yang tinggi, maka bisa ditindaklanjuti ke usaha yang bersangkutan.

"Jadi di sini tidak bisa kasi pernyataan menuduh siapa, kalau hasil analisanya belum keluar. Begitu kira-kira," ujar Kasi Perencanaan dan Pengelolaan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jembrana, Luh Putu Priladewi. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved