Pengedar Narkoba Satu Jaringan Dibekuk, Manajer Hotel dan Pegawai Honorer Jadi Tersangka

Wayan Mariantika (25), pegawai honorer di salah satu desa di Denpasar diamankan Satuan Resnarkoba Polres Badung lantaran menjadi kurir narkoba

Pengedar Narkoba Satu Jaringan Dibekuk, Manajer Hotel dan Pegawai Honorer Jadi Tersangka
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Wakapolres Badung Kompol Sindar Sinaga didampingi Kasatnarkoba Polres Badung, AKP I Komang Ngurah Sucahayadi memperlihatkan barang bukti dan pelaku penyalahgunaan narkoba, Rabu (22/5/2019) kemarin. 

Pengedar Narkoba Satu Jaringan Dibekuk, Manajer Hotel dan Pegawai Honorer Jadi Tersangka

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Wayan Mariantika (25), pegawai honorer di salah satu desa di Denpasar diamankan Satuan Resnarkoba Polres Badung lantaran menjadi kurir narkoba jenis sabu di Wilayah Denpasar.

Penangkapan pria asal Jalan Plawa Denpasar itu bermula dari laporan masyarakat bahwa di Jalan Pulau Galang, Gang Penataran Sari Denpasar sering terjadi transaksi narkoba.

Berdasarkan informasi tersebut, anggota Satresnarkoba Polres Badung melakukan penyelidikan.

Saat penyelidikan Selasa (14/5/2019) malam, anggota Satresnarkoba Polres Badung melihat seseorang yang mengendarai motor N-MAX dengan nomor polisi DK 1337 OK menunjukkan gerak gerik mencurigakan.

Pengendara yang ternyata Wayan Mariantika itu langsung diamankan.

“Setelah dilakukan penggeledahan ditemukan bekas bungkus rokok di bawah jok sadelnya yang berisi satu plastik berisi kristal bening diduga narkotika jenis sabu. Selain itu juga terdapat banyak plastik klip dan timbangan elektrik,” ujar Waka Polres Badung Kompol Sindar Sinaga saat rilis kasus di Gedung Polres Badung, Rabu (22/5/2019) kemarin.

Baca: Tips Mudik Lebaran: Atasi Mabuk Perjalanan dengan 5 Langkah Mudah Ini

Baca: Tak Hanya Sehat Fisik, Riset Klaim Manfaat Olahraga untuk Kulit, Asal Kamu Menerapkan Pola Ini

Lebih lanjut dijelaskan, pelaku saat itu akan menempel barang jenis sabu.

Pelaku mengaku dikendalikan oleh sesorang yang berada di LP kerobokan, dengan diberikan imbalan Rp 800.000 sekali tempel.

“Dia diperintahkan oleh seseorang berinisial GK di dalam lapas. Sekali mengambil barang dikasi 5 gram untuk direcah dan ditempel di lokasi yang diperintahkan. Selain pengedar, pelaku ini juga pemakai,” paparnya sembari mengatakan barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku satu paket sabu dengan berat 4,36 gram.

Halaman
123
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved