Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Wilayah Bali, Waspada Gelombang Laut Capai 2 Meter

BMKG melalui situs resminya bmkg.go.id mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat agar mewaspadai potensi gelombang tinggi

Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Wilayah Bali, Waspada Gelombang Laut Capai 2 Meter
Tribun Bali/Rizal Fanany
Gelombang tinggi di Pantai Sanur, Denpasar, Kamis (19/7/2018). Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Wilayah Bali, Waspada Gelombang Laut Capai 2 Meter 

Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Wilayah Bali, Waspada Gelombang Laut Capai 2 Meter

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - BMKG melalui situs resminya bmkg.go.id mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat agar mewaspadai potensi gelombang tinggi.

"Waspada potensi tinggi gelombang laut mencapai 2 meter atau lebih di sekitar Selat Bali bagian Selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian Selatan dan Samudera Hindia Selatan Bali," tulis BMKG seperti dipantau Tribun Bali, Kamis (23/5/2019) pagi.

Sebelumnya, Kepala Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah III Denpasar Iman Faturahman menjelaskan, memang terdapat potensi gelombang tinggi di perairan Bali.

Hal itu disebabkan karena saat ini angin mulai bergerak dari arah tenggara atau yang biasa disebut dengan angin tenggara.

Baca: Nelayan Pesisir Bugbug Tolak Pengerukan Pasir, Penggali Membandel Meski Dapat Peringatan

Baca: Wijana Akui Sebar Percakapan Intern Gerindra ke Suwirta, Ipar Bupati Itu Bakal Dimintai Klarifikasi

Kedatangan angin tenggara ini mempunyai kecepatan yang cukup stabil, namun akan meninggi pada siang hingga sore hari.

Dengan kecepatan angin yang meninggi itu menyebabkan adanya peningkatan gelombang laut yang bisa mencapai dua meter, terutama di selatan Bali.

"Jadi untuk Bali selatan bisa berpotensi gelombang laut hingga dua meteran. Artinya itu perlu diwaspadai oleh para pihak yang punya kepentingan di perairan, baik itu transportasi laut dari atau balik dari Nusa Penida misalnya. Atau dari Ketapang-Gilimanuk," himbaunya.

"Jadi perlu terus memonitor informasi dan perkembangan yang selalu di-update oleh BMKG, seperti itu," imbuhnya saat dihubungi Tribun Bali kemarin.

Baca: BPOM Sita Takjil Mengandung Boraks di Buleleng

Baca: Tiba-tiba Diserang Secara Membabi Buta, Sirka Sempat Berduel dengan Anjing Rabies

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved