Selundupkan 99 Kapsul Berisi Sabu, WN Tanzania Lemas dan Ajukan Pembelaan saat Dituntut 19 Tahun

Raut wajah Warga Negara Asing (WNA) asal Tanzania ini seketika lemas, saat mengetahui dirinya dituntut 19 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU)

Selundupkan 99 Kapsul Berisi Sabu, WN Tanzania Lemas dan Ajukan Pembelaan saat Dituntut 19 Tahun
Tribun Bali/Putu Candra
Abdul Rahman saat menjalani sidang tuntutan di PN Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sepanjang persidangan, Abdul Rahman Asuman (43)

tampak serius mendengarkan alih bahasa menerjemahkan surat tuntutan jaksa.

Raut wajah Warga Negara Asing (WNA) asal Tanzania ini seketika lemas, saat mengetahui dirinya dituntut 19 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di sidang Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (23/5/2019).

Ia dinilai bersalah menyelundupkan 99 buah kapsul berisi sabu-sabu total berat 1.130,96 gram. Modusnya, puluhan kapsul itu, ia masukan ke dalam rongga pencernaan (anus).

Dalam surat tuntutan yang dibacakan Jaksa I Kadek Wahyudi Ardika, terdakwa dinilai telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah tanpa hak atau melawan hukum, mengimpor atau menyalurkan narkotik golongan I, dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram.

Berupa 99 buah kapsul warna kecoklatan yang di dalamnya berisi sabu-sabu total berat 1.130,96 gram.

Sebagaimana dakwaan primair, Abdul Rahman dijerat Pasal 113 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik.

Baca: Salahgunakan Narkotik Golongan I, WN Australia Menerima Divonis Rehab

Baca: Video Detik-detik Arifin Ilham Dijemput Maut, Puncaknya pada Pukul 22:45

"Menuntut, menjatuhkan pidana kepada terdakwa Abdul Rahman Asuman dengan pidana penjara selama 19 tahun, dan denda Rp 5 miliar, subsidair 1 tahun penjara, dikurangi selama terdakwa beradan dalam tahanan. Dengan perintah tetap ditahan," tegas Jaksa I Kadek Wahyudi dihadapan majelis hakim pimpinan Engeliky Handajani Day.

Terhadap tuntutan jaksa, baik terdakwa Abdul Rahman dan penasihat hukumnya yaitu, Made Suardika Adnyana masing-masing akan mengajukan pembelaan tertulis.

"Kami mohon waktu satu minggu, Yang Mulia," pinta Made Suardika. Untuk itu sidang akan dilanjutkan pekan depan, mengagendakan pembacaan nota pembelaan dari terdakwa dan penasihat hukumnya.

Halaman
123
Penulis: Putu Candra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved