117 Koperasi di Karangasem Terancam Dibubarkan

Dari 320 koperasi di Karangasem, sebanyak 117 koperasi statusnya tidak aktif dan tidak pernah beroperasi

117 Koperasi di Karangasem Terancam Dibubarkan
Ilustrasi Koperasi. 117 Koperasi di Karangasem Terancam Dibubarkan 

Pengurus serta anggota koperasi hampir semua tak aktif dan jarang melakukan kegiatan yang telah diamanatkan UU dan Peraturan Kementerian Koperasi Nomor 19 Tahun 2015.

Sedangkan untuk koperasi yang masih aktif, sekitar 159 telah melakukan RAT sejak Januari - Mei 2019.

Sedangkaan 37 koperasi belum menggelar RAT.

"Untuk koperasi yang belum gelar RAT sudah diberikan surat untuk menggelar RAT," ungkap Widia.

Baca: Rakitan Perahu Antar Bade 41 Sawa, Ngaben Massal Pertama Sentana Dadia Gajah Para, Desa Terunyan

Baca: 8 Negara Terbitkan Travel Advice Gara-gara Kerusuhan 22 Mei, Industri Pariwisata Paling Terpukul

"Untuk koperasi aktif yang belum melakukan RAT akan diberikan kesempatan sampai bulan Juni. Mereka juga telah diberikan surat imbauan agar melakukan RAT pada bulan april 2019," imbuh Widia, mantan Kabid Distribusi, Disprindag Karangasem.

Sebelumnya, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Diskop & UMKM) Karangasem, I Gde Ngurah Yudiantara meminta pengurus dan peserta koperasi agar mencabut badan usaha dan hukum, sehingga tidak tercatat sebagai wajib pajak.

Untuk koperasi yang tidak aktif lantaran belum melakukan RAT akan diberi pembinaan petugas dari Dinas Koperasi.

Seandainya tidak diindahkan petugas akan memberikan teguran hingga 3 kali.

Jika tetap tak diindahkan akan diusulkan dibubarkn ke Kementerian Koperasi.(*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved