5 Tuntutan ForBALI Kepada DPRD Provinsi Bali

Aksi parade budaya tolak reklamasi Teluk Benoa oleh ForBali dan Pasubayan dari parkir Lapangan Renon menuju ke kantor DPRD Bali

5 Tuntutan ForBALI Kepada DPRD Provinsi Bali
Tribun Bali/Noviana Windri
Aksi parade budaya tolak reklamasi Teluk Benoa oleh ForBALI dan Pasubayan dari parkir Lapangan Renon menuju ke kantor DPRD Bali, Denpasar, Bali, Jumat (24/5/2019). 5 Tuntutan ForBALI Kepada DPRD Provinsi Bali 

5 Tuntutan ForBALI Kepada DPRD Provinsi Bali

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Aksi parade budaya tolak reklamasi Teluk Benoa oleh ForBALI dan Pasubayan dari parkir Lapangan Renon menuju ke kantor DPRD Bali, Denpasar, Bali, Jumat (24/5/2019).

Aksi diadakan dengan long march turun ke jalan raya dari parkir timur Lapangan Renon hingga di depan kantor DPRD Provinsi Bali.

Anggota Dewan Nasional Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), I Wayan Gendo dalam orasinya menyebutkan pihaknya tidak pernah mendapatkan data-data izin reklamasi Teluk Benoa secara langsung dari LSM.

Selain itu, DPRD Provinsi Bali dinilai tidak selaras dengan Gubernur Bali yang hingga saat ini tidak pernah mengambil keputusan apapun untuk menolak reklamasi Teluk Benoa.

Baca: Care to Run 150 KM Ajak Pelari Berlari Sambil Donasi

Baca: Klungkung Berhasil Pertahankan WTP dari BPK RI, Predikat yang Diterima Empat Kali Berturut-turut

Padahal, Ketua DPRD Bali, Adi Wiryatama pernah menjanjikan akan mengeluarkan surat resmi penolakan reklamasi Teluk Benoa.

"6 tahun kita bersikap monolak reklamasi. Tapi DPRD hanya duduk selama ini tidak bergerak dan tidak ada yang nongol jika ada aksi di depan gedung DPRD,"

Aksi parade budaya tolak reklamasi Teluk Benoa oleh ForBALI dan Pasubayan dari parkir Lapangan Renon menuju ke kantor DPRD Bali, Denpasar, Bali, Jumat (24/5/2019).
Aksi parade budaya tolak reklamasi Teluk Benoa oleh ForBALI dan Pasubayan dari parkir Lapangan Renon menuju ke kantor DPRD Bali, Denpasar, Bali, Jumat (24/5/2019). (Tribun Bali/Noviana Windri)

"Yang nongol hanya beberapa saja. Harusnya DPRD Bali selaras dengan Gubernur menolak reklamasi. Seharusnya DPRD Bali minimal bersurat ke Menteri Susi untuk mencabut izin lokasi yang dibuat secara diam-diam itu," jelasnya.

Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI) dalam aksinya menyatakan sikap sebagai berikut.

Halaman
12
Penulis: Noviana Windri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved