Aksi Parade Budaya Tolak Reklamasi, Tuntut DPRD Segera Gelar Rapat Paripurna

Aksi ini menuntut DPRD Bali untuk segera menggelar rapat paripurna dan memutuskan untuk menolak reklamasi Teluk Benoa

Aksi Parade Budaya Tolak Reklamasi, Tuntut DPRD Segera Gelar Rapat Paripurna
Tribun Bali/Noviana Windri
Penutupan baliho di depan gedung DPRD Provinsi Bali dengan baliho "Jika Kalian Tidak Bersikan Untuk Rakyat Maka Kalian Tak Ubahnya Seperti Sangut" oleh massa aksi di depan Gedung DPRD Bali, Jalan Dr. Kusuma Atmaja, Denpasar, Bali, Jumat (24/5/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Aksi parade budaya Tolak Reklamasi Teluk Benoa kembali dilakukan oleh ForBali dan Pasubayan dari parkir Lapangan Renon menuju ke kantor DPRD Bali, Denpasar, Bali, Jumat (24/5/2019).

Aksi diadakan dengan long march turun ke jalan raya dari Parkir Timur Lapangan Renon hingga di depan Kantor DPRD Provinsi Bali.

Aksi ini menuntut DPRD Bali untuk segera menggelar rapat paripurna dan memutuskan untuk menolak reklamasi Teluk Benoa.

Para peserta aksi turun ke jalanan sembari meneriakkan "Rakyat bersatu tak bisa dikalahkan" dan " inilah kawanku, inilah kawanku datang kemarin untuk perubahan. Inilah kawanku, inilah kawanku, datang kemari untuk perlawanan".

Baca: Pedagang yang Dagangannya Dibakar Perusuh Aksi 22 Mei Ungkap Fakta ini Pada Jokowi

Baca: 117 Koperasi di Karangasem Terancam Dibubarkan

Anggota Dewan Nasional Wahana Lingkungan Hidup (WALHI), I Wayan Gendo dalam orasinya menyebutkan pihaknya tidak pernah mendapatkan data-data izin reklamasi Teluk Benoa secara langsung dari LSM.

"6 tahun kita bersikap menolak reklamasi. Tapi inilah pimpinan DPRD hanya duduk menjabat selama tidak bergerak dan tidak ada yang nongol jika ada aksi di depan gedung DPRD,"

"Yang nongol hanya beberapa saja. Harusnya DPRD Bali selaras dengan gubernur menolak reklamasi. Seharusnya DPRD Bali minimal bersurat ke Menteri Susi untuk mencabut izin lokasi yang dibuat secara diam-diam itu," jelasnya.

Selain itu, salah satu perwakilan basis ForBALI Banjar Tatasan dalam orasinya mengukapkan kekecewaan terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti yang telah menerbitkan izin lokasi reklamasi Teluk Benoa.

Baca: 8 Negara Terbitkan Travel Advice Gara-gara Kerusuhan 22 Mei, Industri Pariwisata Paling Terpukul

Baca: Berikut Jumlah Rumah dan KK yang Terkena Dampak Banjir di Negara

"Kami semua kecewa menerbitkan izin lokasi reklamasi di akhir jabatannya. Rakyat berjuang 6 tahun menolak aksi reklamasi Teluk Benoa. Kami akan mengadakan aksi sampai tolak reklamasi Teluk Nenoa menang jika DPRD tetap seperti ini, kami akan terus" ungkapnya dalam orasi.

Aksi parade budaya tolak reklamasi Teluk Benoa juga dimeriahkan oleh penampilan Navicula dan Gold Voice.

Dalam aksi ini, juga dilakukan penutupan baliho di depan gedung DPRD Provinsi Bali dengan baliho "Jika Kalian Tidak Bersikan untuk Rakyat maka Kalian Tak Ubahnya Seperti Sangut".

"Gambar Sangut kita persembahkan untuk DPRD Bali yang tidak pernah berjuang untuk menolak reklamasi Teluk Benoa. Sampai DPRD mengeluarkan pernyataan sikapnya," pungkas Gendo dalam orasi. (*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved