Daftar Sekolah Lewat Jalur Prestasi Harus Penuhi Syarat Ini, PPDB 2019 Dibuka Juni Mendatang

Dinas Pendidikan Provinsi Bali rencananya akan membuka Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019, akhir Juni mendatang

Daftar Sekolah Lewat Jalur Prestasi Harus Penuhi Syarat Ini, PPDB 2019 Dibuka Juni Mendatang
Tribun Sumsel
Ilustrasi. Daftar Sekolah Lewat Jalur Prestasi Harus Penuhi Syarat Ini, PPDB 2019 Dibuka Juni Mendatang 

Daftar Sekolah Lewat Jalur Prestasi Harus Penuhi Syarat Ini, PPDB 2019 Dibuka Juni Mendatang

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Pendidikan Provinsi Bali rencananya akan membuka Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019, akhir Juni mendatang.

Tiga jalur yang diatur dalam PPDB 2019 tingkat SMA terdiri dari 90 persen jalur zonasi, jalur perpindahan orangtua dan jalur prestasi, masing-masing maksimal 5 persen.

Ketua Panitia PPDB 2019 sekaligus Kasi Pemberdayaan dan Pemanfaatan Teknologi Pendidikan, UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan, Dinas Pendidikan Provinsi Bali, AA Gde Rai Sujaya menekankan khusus jalur prestasi diperuntukan bagi calon peserta didik baru yang memiliki sertifikat prestasi juara tingkat kabupaten/kota/provinsi/internasional yang diperoleh maksimal 3 tahun terakhir.

Gung Rai menyebut siswa yang mendaftar melalui jalur prestasi wajib melampirkan sertifikat prestasi yang sudah disahkan oleh pihak pengirim maupun penyelenggara perlombaan.

Baca: Inilah Daftar Nama Pengacara Kubu Jokowi dan Prabowo Yang Akan Berjuang di MK

Baca: Perubahan Drastis Lidya Pratiwi Selama di Penjara Seusai Bunuh Kekasihnya, Tak Lama Lagi Bebas

“Yang perlu dilegalisir adalah sertifikat juaranya. Siswa harus ke sekolah dulu untuk dicek berkasnya, kemudian pihak sekolah yang akan mendaftarkan. Siapa yang melegalisir? Yaitu instansi yang mengirim atau instansi yang menyelenggarakan kejuaraan tersebut,” jelas Gung Rai saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Kamis (23/5/2019).

Adapun tujuan sertifikat dilegalisasi, kata dia, yakni jika ada siswa yang ketahuan melampirkan sertifikat bodong, maka sekolah tidak disalahkan oleh pihak manapun.

Ia menyebut kuota jalur prestasi dengan jumlah maksimal 5 persen ditentukan berdasarkan pembobotan nilai Ujian Nasional (60%) dan pembobotan sertifikat penghargaan hasil perlombaan di bidang akademik maupun non akademik (40%).

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Denpasar M Rida membenarkan jalur prestasi sering menimbulkan masalah karena banyak lomba-lomba yang diikuti siswa tidak terukur, atau tidak berjenjang.

Baca: Bukannya Gila, Ternyata Berbicara pada Diri-sendiri Punya Manfaat dan Disarankan oleh Psikoterapis

Baca: Hewan Ternak Hanyut, Rumah Jro Mangku Dalem Pendem di Jembrana Terendam Banjir hingga 2 Meter

Menurut Rida, piagam yang paling ideal untuk dilampirkan sebenarnya adalah sertifikat juara lomba yang didapat mulai dari kabupaten, kemudian provinsi dan hingga tingkat nasional.

Kepala SMAN 1 Denpasar M Rida
Kepala SMAN 1 Denpasar M Rida (Tribun Bali/Wema Satya Dinata)
Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved