Jalan Putus, Warga Lewati Sisa Jalan Kurang dari 1 Meter

Jalan penghubung yang berada di Banjar Pangkung Manggis Kelurahan Baler Bale Agung menuju Desa Pendem, putus

Jalan Putus, Warga Lewati Sisa Jalan Kurang dari 1 Meter
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Jalan penghubung yang berada di Banjar Pangkung Manggis Kelurahan Baler Bale Agung menuju Desa Pendem, putus, Kamis (23/5/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA- Jalan penghubung yang berada di Banjar Pangkung Manggis Kelurahan Baler Bale Agung menuju Desa Pendem, putus.

Akibatnya, aktivitas jalan pun lumpuh. Jalan yang biasanya kerap digunakan kendaraan roda empat itu, kini hanya bisa dilalui motor roda dua.

Pantauan Tribun Bali di lapangan, jalan putus diakibatkan luapan air sungai Ijogading yang meninggi dari biasanya.

Debit air berlebihan kemudian membuat senderan jalan jebol di sisi utara di dekat Dam Kebon Banjar Pangkung Manggis.

Senderan berupa bebatuan, pasir dan material lainnya itu pun jatuh berhamburan.

Luapan air berakibat jalan putus, dan hanya menyiasakan aspal pecah.

Baca: Bangga Jadi Peserta JKN-KIS Ketika Iuran yang Dibayarkan Bisa Digunakan oleh Saudara Sakit

Baca: Wagub Cok Ace Ancam Blacklist Pelaku Pariwisata Tak Patuh Pergub

Jalan pun hanya bisa dilewati kurang dari satu meter. Pengendara motor nampak berhati-hati ketika melewati jalan putus itu.

Jalan putus karena senderan jebol tersebut, kurang lebih sekitar lima hingga 10 meteran.

Salah seorang warga, Dek Saputra (14) siswa kelas 8 SMP 2 Negara menyatakan, ia mengetahui kejadian itu sekitar pukul 16.00 Wita.

Saat itu, air sudah besar dari barat menuju ke timur, Kamis (23/5/2019) kemarin.

Kemudian tadi pagi, Ia baru mengetahui sekitar pukul 11.00 Wita jalan desa itu putus.

"Ini jalan menghubungkan BB Agung ke Pendem, dan menghubungkan Banjar Pangkung Manggis ke Banjar Dewasana," ungkapnya, tadi siang.

Baca: Rumah 4 KK di Pangkung Manggis Terendam Banjir Setinggi 130 Cm

Baca: 6 Anggota Polda Bali yang BKO ke Jakarta Alami Luka-luka Akibat Lemparan Batu hingga Petasan

Jalan putus ini membuat aktivitas warga terganggu. Selain kendaraan tidak bisa melaju cepat, pun juga harus dilewati dengan kehati-hatian. Sedikit saja salah maka pengendara akan jatuh ke sungai.

Sedangkan banjir juga merendam di daerah Loloan Barat Lingkungan Kerobokan dan lingkungan Pertukangan.

Ada sebanyak 66 KK yang terkena dampak banjir. (*).

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved