Miliki 50 Butir Ekstasi dan 5 Paket Sabu-sabu, Oknum Ojol Divonis 10 Tahun Penjara

Tukang ojek online ini dinyatakan terbukti bersalah karena memiliki 50 butir ektasi dan 5 plastik klip sabu-sabu

Miliki 50 Butir Ekstasi dan 5 Paket Sabu-sabu, Oknum Ojol Divonis 10 Tahun Penjara
Tribun Bali/Dwi S
Ilustrasi narkoba jenis sabu-sabu. Miliki 50 Butir Ekstasi dan 5 Paket Sabu-sabu, Oknum Ojol Divonis 10 Tahun Penjara 

Miliki 50 Butir Ekstasi dan 5 Paket Sabu-sabu, Oknum Ojol Divonis 10 Tahun Penjara

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Moh Aris Syaifulloh (26) diganjar hukuman pidana penjara selama 10 tahun.

Pria yang bekerja sebagai tukang ojek online (ojol) ini dinyatakan terbukti bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, karena memiliki 50 butir ektasi dan 5 plastik klip sabu-sabu berat keseluruhan 2,9 gram netto.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim lebih ringan tiga tahun dibandingkan tuntutan 13 tahun penjara yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Menanggapi vonis itu, terdakwa yang didampingi penasehat hukum dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar langsung menerima.

"Terima kasih Yang Mulia, kami menerima," ucap Catherine Vania selaku anggota tim penasihat hukum kepada majelis hakim di persidangan, kemarin.

Di sisi lain, jaksa belum menentukan sikap, apakah menerima atau banding atas putusan tersebut.

Baca: Transfer Pemain, Zidane Minta Real Madrid Mendatangkan Pemain Ini

Baca: Ustaz Arifin Ilham Titipkan Tiga Istrinya Pada Dua Anak Muda ini, Pesan Haru Dikatakan Saat Sakit

"Kami pikir-pikir Yang Mulia," ujar Jaksa Mia Fida.

Sementara dalam amar putusan, majelis hakim menyatakan, terdakwa telah terbukti sah dan meyakinkan bersalah tanpa hak atau melawan hukum memiliki atau menyediakan narkotik golongan I bukan tanaman, sebagaimana diatur dalam Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotik.

"Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Moh Aris Syaifulloh dengan pidana penjara selama 10 tahun, dikurangi selama menjalani tahanan sementara. Dengan perintah tetap ditahan. Dan menjatuhkan pidana denda Rp 800 juta subsidair tiga bulan penjara," tegas Hakim Ketua Novita Riama.

Sebagaimana diungkap dalam surat dakwaan jaksa, awalnya pada tanggal 13 November 2018, terdakwa ditelepon oleh seseorang bernama Big Bos (DPO) untuk mengambil paket narkotik di perumahan Sebelanga, Jalan Pulau Batanta, Denpasar.

Terdakwa mendatangi tempat tersebut, dan mengambil 5 paket plastik klip masing-masing berisi 10 butir ekstasi.

Baca: Bertugas sebagai Tukang Tempel Narkotik, Arief Dikenakan Dakwaan Alternatif

Baca: China Sudah Telanjur Jatuh Cinta, Kembali Percayakan Marcello Lippi Latih Timnas

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved