Rumah 4 KK di Pangkung Manggis Terendam Banjir Setinggi 130 Cm

Banjir kembali melanda Kecamatan Negara akibatnya ratusan rumah dan belasan sawah terendam banjir di beberapa desa

Rumah 4 KK di Pangkung Manggis Terendam Banjir Setinggi 130 Cm
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Kondisi banjir di Banjar Pangkung Manggis oleh Petugas BPBD Jembrana, Jumat (24/5/2019). Rumah Empat KK di Pangkung Manggis Terendam Banjir Setinggi 130 Cm 

Rumah Empat KK di Pangkung Manggis Terendam Banjir Setinggi 130 Cm

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Banjir kembali melanda Kecamatan Negara, Kamis (23/5/2019) kemarin.

Akibatnya ratusan rumah dan belasan sawah terendam banjir di beberapa desa.

Salah satunya adalah empat KK di Banjar Pankung Manggis, Kelurahan Baler Bale Agung, yang mengalami rendaman banjir hingga setinggi 130 sentimeteran.

Salah satu korban terendam banjir, I Kadek Citra Utama (23) menyatakan, banjir terjadi mulai pukul 18.00 Wita kemarin sore.

Hujan deras mulai pukul 17.00 Wita membuat pangkung atau sungai kecil di sisi timur rumahnya meluap.

Baca: 6 Anggota Polda Bali yang BKO ke Jakarta Alami Luka-luka Akibat Lemparan Batu hingga Petasan

Baca: Pungutan Wisman 10 Dolar Melalui Tiket Pesawat Tersendat, Pemprov Bali Upayakan Jalan Lain

Sehingga, empat KK termasuk dirinya, rumah kakek, orangtua dan kakaknya ikut terendam banjir.

"Banjir memang biasa kami alami. Karena rumah kan berada di bawah jalan. Tapi baru sekali ini paling parah. Biasanya hanya di pelataran. Sekarang sampai masuk ke dalam rumah," ucapnya, Jumat (24/5/2019) siang hari.

Dek Citra mengaku banjir merendam hingga setinggi jendela rumahnya.

Atau perkiraan sepinggang orang dewasa, sekitar 130 cm.

Baca: Tandang Rasa Kandang, Bali United vs Persija Jakarta Rencananya Digelar di Stadion Dipta

Baca: Daftar Sekolah Lewat Jalur Prestasi Harus Penuhi Syarat Ini, PPDB 2019 Dibuka Juni Mendatang

Banjir merendam karena selain rumah yang berada di bawah, pun juga tidak ada saluran untuk pembuangan air.

"Kami tidur ngungsi ke rumah mertua. Di daerah Pengajaran Desa Berangbang," akunya.

Dek Citra menyebut, sekitar pukul 11.00 Wita air baru disedot menggunakan pompa BPBD Jembrana.

Semua perabotannya, mulai kasur, baju dan beberapa perabotan lainnya terendam banjir.

Ia masih cemas ketika turun hujan lagi yang curahnya tinggi, sehingga ada banjir susulan akibat luapan pangkung di sisi rumahnya itu. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved