"Selamatkan Diri Seperti Sangut", ForBALI Sindir Sikap Dewan Soal Rencana Reklamasi Teluk Benoa

ForBALI menggelar aksi damai menyasar Kantor DPRD Bali menuntut agar Dewan segera melakukan rapat paripurna untuk menolak reklamasi Teluk Benoa

Tribun Bali/Wema Satyadinata
Pasang Baliho - Pemasangan baliho karakter Sangut serangkaian aksi Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa di Depan Kantor DPRD Bali, Jumat (24/5/"Selamatkan Diri Seperti Sangut", ForBALI Sindir Sikap Dewan Soal Rencana Reklamasi Teluk Benoa 

"Selamatkan Diri Seperti Sangut", ForBALI Sindir Sikap Dewan Soal Rencana Reklamasi Teluk Benoa

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tindakan Gubernur Bali, Wayan Koster yang telah berkirim surat kepada Presiden RI Joko Widodo untuk mencabut Perpres nomor 51 tahun 2014 terkait rencana reklamasi Teluk Benoa tidak diikuti oleh DPRD Bali

Maka dari itu Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI) menggelar aksi damai menyasar Kantor DPRD Bali menuntut agar Dewan segera melakukan rapat paripurna dan memutuskan untuk menolak reklamasi Teluk Benoa.

Selanjutnya agar bersurat ke Presiden Jokowi meminta pembatalan Perpres nomor 51 tahun 2014.

“Kalau kemarin Gubernur sudah bersikap dengan mengirimkan surat dan mengatakan akan mengawal surat itu agar Perpres Nomor 51 tahun 2014 direvisi oleh Presiden. Yang ditunggu sekarang adalah sikap resmi dari DPRD Bali agar menggelar rapat paripurna sehingga bersikap secara resmi, kemudian juga menyampaikan surat ke Presiden untuk mencabut Perpres dan bersurat kepada Menteri Susi Pujiastuti untuk membatalkan izin lokasi,” kata Koordinator ForBALI, Wayan ‘Gendo’ Suardana di Depan Kantor DPRD Bali, Jumat (24/5/2019).

Baca: 5 Tuntutan ForBALI Kepada DPRD Provinsi Bali

Baca: Care to Run 150 KM Ajak Pelari Berlari Sambil Donasi

Pada kesempatan itu massa ForBALI memasang spanduk dengan karakter Sangut.

Gendo menjelaskan bahwa Sangut merupakan salah satu karakter dalam pewayangan Bali yang oportunis atau hanya mau menyelamatkan dirinya sendiri.

Nampak spanduk berukuran 2X3 meter dipasang di gerbang DPRD Bali dan menjadi suatu sindiran bahwa selama ini pimpinan Dewan berkarakter seperti Sangut.

ForBALI berharap mereka menjadi ‘wakil rakyat’ yang berani bersikap untuk rakyat.

Baca: Klungkung Berhasil Pertahankan WTP dari BPK RI, Predikat yang Diterima Empat Kali Berturut-turut

Baca: Hati-hati Lawan Persija, Kondisi Bali United Sangat Rawan Gara-gara ini, Teco: Saya Tak Peduli

“Mereka hanya diam layaknya Sangut, dan kita memerlukan wakil rakyat yang tidak seperti Sangut. Dan kami pasangkan itu sebagai sindiran yang keras agar mereka tahu diri,” ujarnya.

Menurut Gendo, selama 6 tahun DPRD Bali tidak melakukan tindakan apapun untuk menolak rencana reklamasi Teluk Benoa.

Mereka dianggap tidak melaksanakan fungsinya sebagai anggota Dewan yaitu dengan menggunakan mekanisme politik. 

“Saat ini DPRD Bali hanya diam seribu bahasa, padahal rakyat telah berjuang selama 6 tahun konsisten turun ke jalan menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. Bagi kami itu adalah karakter Sangut,” tandasnya. (*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved