Wagub Cok Ace Ancam Blacklist Pelaku Pariwisata Tak Patuh Pergub

Wagub Bali menyoroti banyaknya pelaku pariwisata, terutama hotel, yang belum mengikuti sejumlah regulasi berupa Peraturan Gubernur

Wagub Cok Ace Ancam Blacklist Pelaku Pariwisata Tak Patuh Pergub
Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) bersama Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat membuka Festival Semarapura ke-4 di depan Monumen Puputan Klungkung, Semarapura, Minggu (28/4/2019). Wagub Cok Ace Ancam Blacklist Pelaku Pariwisata Tak Patuh Pergub 

Wagub Cok Ace Ancam Blacklist Pelaku Pariwisata Tak Patuh Pergub

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menyoroti banyaknya pelaku pariwisata, terutama hotel, yang belum mengikuti sejumlah regulasi berupa Peraturan Gubernur (Pergub).

Pergub tersebut diantaranya Pergub Nomor 79 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali; Pergub Nomor 80 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta Peringatan Bulan Bahasa Bali.

Selain itu juga Pergub Nomor 79 tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, serta Pergub Nomor 99 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali.

Pergub 79 tersebut mengamanatkan untuk menggunakan busana adat Bali pada beberapa hari tertentu seperti purnama, tilem, hari kamis dan ulang tahun provinsi serta kabupaten/kota.

Baca: Nusa Dua Light Festival & Bali Blues Festival 2019 Bakal Digelar Selama 46 Hari di Nusa Dua

Baca: Pasca Kerusuhan di Aksi 22 Mei di Jakarta, 8 Negara Terbitkan Travel Advice ke Indonesia

Sementara pada Pergub 80 mewajibkan seluruh instansi, organisasi, maupun badan usaha untuk memasang plang nama yang berisikan tulisan huruf Bali.

Usai bertemu dengan berbagai organisasi kepariwisataan di Ruang Rapat Praja Sabha Kantor Gubernur Bali, Jumat (24/5/2019), Wagub Cok Ace mengatakan semua asosiasi tersebut mengaku setuju untuk menggunakan busana adat Bali.

"Kita sudah sampaikan spiritnya tadi, dan mereka sebagian besar setuju," jelas eks Bupati Gianyar ini.

Sementara Pergub 80, masih banyak hotel yang belum menggunakan karena plang namanya lebih banyak menggunakan bahan marmer.

Baca: Ditanya Soal Pembatasan Medsos Whatsapp, Facebook & Instagram Sampai 10 Hari, Ini Jawaban Menkominfo

Baca: Rumah 4 KK di Pangkung Manggis Terendam Banjir Setinggi 130 Cm

Guna mengimplementasikan Pergub 97 dan 99, Wagub Cok Ace mendorong pelaku pariwisata untuk mengurangi penggunaan plastik serta berupaya menggunakan produk lokal Bali.

Dirinya memuji langkah yang dilaksanakan salah satu hotel yang sudah menggunakan produk pertanian Bali, meski tidak dapat dipungkiri bahwa dari segi kualitas dan kuantitas masih kalah dengan produk lain.

"Ini menujukkan ada kepedulian teman-teman yang patut kita apresiasi, dan ini juga tantangan bagi para petani untuk selalu meningkatkan kualitas produknya," tutur tokoh Puri Ubud ini.

Melalui berbagai organisasi kepariwisataan, Wagub Cok Ace akan melakukan pendataan agar dapat diketahui pelaku pariwisata yang belum mematuhi berbagai Pergub tersebut, terutama mengenai pemasangan papan nama menggunakan aksara Bali.

"Bagi teman-teman pengusaha yang selalu membangkang, nanti kita masukkan ke draft whitelist atau blacklist terhadap teman-teman yang tidak mau mematuhi aturan-aturan," kata dia. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved