Analisis NASA, Gunung Agung Meletus Begini Dampaknya untuk Kehidupan Umat Manusia

Letusan gunung berapi terbesar dalam sejarah yang tercatat terjadi di Gunung Tambora pada 1815.

Analisis NASA, Gunung Agung Meletus Begini Dampaknya untuk Kehidupan Umat Manusia
DOK PRIBADI KETUT WANDRA
Gunung Agung Muntahkan Abu Setinggi 3.000 Meter, Letusan Lebih Besar dari Sebelumnya 

Analisis NASA, Gunung Agung Meletus Begini Dampaknya untuk Kehidupan Umat Manusia

TRIBUN-BALI.COM - Jumat (24/5/2019) malam, Gunung Agung di Bali kembali meletus.

Letusan ini menyebabkan tersebarnya abu vulkanik di atas Pulau Dewata itu sehingga memaksa semua penerbangan yang masuk dan keluar Bali dibatalkan.

Daily Mail, pada Sabtu (25/5/2019) melaporkan, lava menyembur ke luar dari kawah dan menuruni lereng sejauh 3 km.

Letusan berlangsung selama empat menit dan 30 detik.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengatakan, tidak ada evakuasi segera karena desa-desa tersebut berada dalam zona aman.

Sementara menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Indonesia (PVMBG), suara gemuruh dari letusan terdengar cukup kuat dari pos pemantauan.

Diketahui Gunung Agung menjadi aktif kembali pada tahun 2017 setelah lebih dari setengah abad tidur setelah letusan besar pada tahun 1963.

Ini adalah ketiga kalinya gunung berapi meletus bulan ini, dengan dua insiden lainnya terjadi pada 12 Mei dan 18 Mei 2019.

Jika berbicara soal gunung meletus, tentu kita akan was-was.

Terutama Gunung Agung yang merupakan salah satu gunung api terbesar di Indonesia.

Halaman
1234
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved