Eks Bali United Mengaku Kecewa Dapat Kartu Merah Hingga Timnya Kalah dari Serdadu Tridatu

Pertandingan Bali United kontra Bhayangkara FC pada Selasa (21/05/2019) lalu menyisahkan cerita pedih bagi Alsan Sanda.

Eks Bali United Mengaku Kecewa Dapat Kartu Merah Hingga Timnya Kalah dari Serdadu Tridatu
istimewa/IG @alsansanda
Pemain Bhayangkara FC, Alsan Sanda 

TRIBUN-BALI.COM - Pertandingan Bali United  kontra Bhayangkara FC pada Selasa (21/05/2019) lalu menyisahkan cerita pedih bagi Alsan Sanda.

Eks gelandang Bali United yang saat ini memperkuat Bhayangkara FC itu harus menerima kartu merah pada laga tersebut karena melanggar salah satu pemain Bali united.

Baca: Piala Sudirman, Inilah Hasil Lengkap Indonesia vs Jepang, Tim Merah Putih Raih Perunggu

Baca: Piala Sudirman, Kiprah Indonesia Terhenti di Babak Semifinal, Jepang Bertemu China

Baca: Bernyanyi Bisa Hilangkan Kebiasaan Mendengkur, loh! Begini Caranya

Dikutip dari Bolasport.com, Pilar Bhayangkara FC itu merasa bersalah atas kartu merah yang ia dapat saat timnya berjumpa Bali United pada lanjutan Liga 1 2019.

Bhayangkara FC dijamu Bali United pada pekan kedua Liga 1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (21/5/2019), sebuah laga yang diwarnai hukuman dua kartu kuning buat Alsan Sanda.

Dua kartu kuning itu diberikan wasit Agus Fauzan Arifin pada menit ke-29 dan ke-61, sembilan menit berselang, Bhayangkara FC kebobolan oleh Bali United lewat gol Yabes Roni.

Skor pun menjadi 1-0 yang berakhir hingga wasit menyudahi laga dan Bhayangkara harus rela pulang dengan tangan hampa.

Sadar kartu merahnya berdampak buruk buat tim, Alsan Sanda mengaku menyesal.

"Kecewa, apa lagi waktu kartu merah baru kebobolan dan tim saya mengalami kekalahan," kata Alsan Sanda, dikutip BolaSport.com dari laman resmi klub.

"Cuma itu sudah jadi keputusan wasit. Jadi, harus bisa saya terima," ujarnya menambahkan.

Pemain berusia 26 tahun itu bertekad tak akan melakukan kesalahan yang sama pada laga-laga selanjutnya.

Kartu merah itu ingin dia jadikan sebagai yang pertama sekaligus terakhir dalam karier sepak bolanya.

"Hikmahnya mungkin ke depan harus bisa lebih sabar mengambil keputusan," tutur pemain yang sempat dipanggil timnas Indonesia itu.

"Karena, walaupun niatnya tidak membuat pelanggaran yang berbahaya, tetapi pandangan wasit berbeda jadi harus lebih baik lagi ke depan," ucapnya berharap.(*)

Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved