Keluarga Korban Jembatan Jebol di Baturiti Dapat Santunan Rp 15 Juta

Keluarga I Made Budi dan Ketut Sudana yang menjadi korban jembatan jebol di Banjar Puseh mendapat santunan dari Pemerintah Provinsi Bal

Keluarga Korban Jembatan Jebol di Baturiti Dapat Santunan Rp 15 Juta
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
BERI SANTUNAN - BPBD Bali menyerahkan santunan kepada ahli waris korban jembatan jebol di Kantor Bupati Tabanan, Kamis (23/5/2019). Keluarga Korban Jembatan Jebol di Baturiti Dapat Santunan Rp 15 Juta 

Keluarga Korban Jembatan Jebol di Baturiti Dapat Santunan Rp 15 Juta

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Keluarga I Made Budi dan Ketut Sudana yang menjadi korban jembatan jebol di Banjar Puseh, Desa Perean, Baturiti, Tabanan, mendapat santunan dari Pemerintah Provinsi Bali, Kamis (23/4/2019).

Masing-masing diberikan Rp 15 juta.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan, I Putu Trisna Widiatmika mengatakan, santunan tersebut diberikan Pemprov Bali melalui BPBD Bali.

Penyerahan langsung diberikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin kepada ahli waris dua korban tersebut.

Baca: Mako Brimob Watumas di Purwokerto Ditembaki Orang Tak Dikenal, Warga Sebut Ada 5 Kali Tembakan

Baca: Mbah Arjo Meninggal di Usia 193 Tahun, Semasa Hidup Sering Puasa, 6 Hal Ini Mungkin Belum Kamu Tahu

"Kemarin (dua hari lalu) ahli waris korban (istri dan anak korban) datang ke kantor bupati dan diberikan santunan oleh Kepala Pelaksana BPBD Bali. Santunan per orang diberikan Rp 15 juta," ujar Trisna , Jumat (24/5/2019).

Ia melanjutkan, pemberian santunan dilakukan setelah Kelian Banjar Puseh, I Nyoman Suda mengajukan lewat BPBD Tabanan yang kemudian diteruskan ke BPBD Bali sehari setelah kejadian.

Untuk tahun ini, kata dia, nilai santunan Rp 15 juta meningkat sebesar Rp 5 juta dibanding tahun sebelumnya yang menerima Rp 10 juta.

Baca: Ajak Mahasiswa Cari_Aman, Honda Edukasi Keselamatan Berkendara

Baca: Persiapan Tim Mandala United U-14 Menghadapi Piala Menpora U-14 2019 Regional Bali

Ia berharap dengan bantuan ini agar bisa membantu keluarga para korban.

"Dari keluarga korban, rencananya santunan ini akan digunakan untuk biaya sekolah anak-anak korban," tuturnya.

Sebelumnya, dua orang warga Banjar Puseh meninggal dunia setelah tertimbun renruntuhan jembatan penghubung Banjar Puseh dan Banjar Bunyuh, Desa Perean, Kecamatan Baturiti, Tabanan. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved