Ramadan 2019

Polda Bali Turunkan 3.100 Personel Pengamanan Hari Raya Idul Fitri

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, rapat koordinasi Operasi Ketupat Agung 2019 kembali digelar Polda Bali

Polda Bali Turunkan 3.100 Personel Pengamanan Hari Raya Idul Fitri
Humas Polda Bali
Rakor Eksternal Ops Ketupat Agung 2019 bertempat di Ruang Rupatama Polda Bali, Jumat (24/5/2019) kemarin. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, rapat koordinasi Operasi Ketupat Agung 2019 kembali digelar Polda Bali di Ruang Rupatama Polda Bali, Jumat (24/5/2019) pukul 09.00 Wita.

Rapat ini dipimpin oleh Wakapolda Bali, Brigjen Pol I Wayan Sunartha.

Wakapolda dan jajarannya telah menyusun rencana pengamanan Hari Raya Idul Fitri dengan sandi Ops Ketupat Agung 2019.

Dalam rapat ini dibahas soal beberapa kerawanan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

Sesuai dengan perkiraan keadaan intelijen yaitu terorisme, curas, kecelakaan mercon, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Wakapolda mengatakan kekuatan personel yang dilibatkan dalam pengamanan Hari Raya Idul Fitri sebanyak 4.600 orang, terdiri dari 3.100 personel Polda Bali, 1.500 orang personel TNI dan dari instansi terkait, jumlah personel yang dilibatkan disusun dalam bentuk satgas operasional.

Baca: Sulap Lobi Jadi Cafe, Dinas PUPR Ikut Kenalkan Kopi Pelaga di Kopi Mangu

Baca: Tak Kalah dengan WhatsApp, Inilah 6 Perbedaan Aplikasi Chat WhatsApp dan Telegram Messenger

"Polda Bali juga sudah melaksanakan beberapa kegiatan kepolisian guna memelihara situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif seperti Operasi Cipta Kondisi," ujar Wakapolda Bali, sesuai rilis yang diterima Tribun Bali hari ini, Sabtu (25/5/2019).

Acara ini dihadiri oleh seluruh pejabat utama Polda Bali, Kabagops Polres dan Polresta, Danrem 163 WiraSatya, Asops Kodam IX Udayana, Otoritas Bandara Ngurah Rai, Dishub Bali, ASDP Gilimanuk, Dinkes Bali, Pertamina Bali, Disperindag Provinsi Bali, Dinas PU, PLN Bali, Senkom MP, Jasa Raharja Bali, Satpol PP Provinsi Bali, BMKG Bali, BPBD Bali, Danlanud, Binda Bali dan instansi terkait lainnya.

Jenderal bintang satu asal Gianyar yang juga mantan Kabinda Bali ini menambahkan, antrean kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Padang Bai termasuk kegiatan di Bandara Ngurah Rai, bahkan tempat ibadah, jalur mudik dan objek wisata menjadi prioritas dalam pengamanan Hari Raya Idul Fitri tahun 2019 ini.

"Diharapkan dalam pelaksanaan pengamanan, para kasatgas dan instansi terkait bekerjasama, saling membantu dan bersinergi, sehingga Ops Ketupat Agung dapat berjalan dengan aman dan sukses," lanjutnya.

Baca: Ada Apa Istri Ketua KPU Cianjur Rekayasa Kasus Penyekapan?

Baca: Berbagi Kebahagiaan Bulan Suci Ramadan, Kapolresta Denpasar Ajak Anak Yatim Piatu Buka Puasa Bersama

Sementara itu, Wakapolda Bali meminta kepada para personel yang terlibat dalam Ops Ketupat Agung 2019 memperhatikan kerawanan pada titik-titik pengamanan yang akan dilaksanakan, dan memperhatikan body system saat melaksanakan tugas nanti.

"Untuk Dishub segera awasi kendaraan besar yang kelebihan muatan, agar tidak merusak jalan dan menghambat kendaraan lainnya, serta cek juga rambu-rambu, baik dari posisinya maupun rambu-rambu yang terhalang pohon dan hilang atau rusak, maka segera diperbaiki agar dapat memudahkan pengguna jalan untuk melihat rambu-rambu," tambahnya.

Seusai sambutan Wakapolda Bali, rakor tersebut diisi dengan paparan dari Dir Intelkam Polda Bali, Karo Ops Polda Bali, Dinas Perhubungan Provinsi Bali.

Untuk diketahui masyarakat, Ops Ketupat Agung 2019 adalah operasi kemanusian yang bertujuan memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat yang akan melaksanakan mudik lebaran.(*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved