Tumpek Landep, Momentum Mempertajam Pikiran untuk Menghindari Ujaran Kebencian Dan Hoax

Bukan itu saja, Tumpek Landep juga memiliki makna ngelandepang idep atau menajamkan pikiran

Tumpek Landep, Momentum Mempertajam Pikiran untuk Menghindari Ujaran Kebencian Dan Hoax
Tribun Bali
Pengayah sedang membatu pemangku menghaturkan sesaji ke segala benda dari unsur logam yang akan diupacarai di Markas Brimob Polda Bali, Denpasar, Sabtu (16/5/2015). Hari Tumpek Landep merupakan hari khusus untuk mengupacarai persenjataan/peralatan untuk memohon kekuatan iman dan mental yang baik dalam penggunaan persenjataan serta peralatan yang sifatnya tajam. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Sabtu (25/5/2019) merupakan Hari Raya Tumpek Landep.

Tumpek Landep dirayakan pada Sabtu Kliwon wuku Landep.

Saat Tumpek Landep, kita akan melihat orang-orang ramai datang ke tempat cuci motor atau mobil untuk mencuci kendaraan mereka.

Hal ini karena akan diupacarai atau dibantenin.

Itulah yang kenyataan di masyarakat saat.

Padahal jika ditelisik maknanya lebih dalam, Tumpek Landep menurut wakil ketua PHDI, Pinandita I Ketut Swastika memiliki makna otonan atau upacara untuk sarwa (benda) lancip seperti keris, tombak, dan juga peralatan perang lainnya.

Bukan itu saja, Tumpek Landep juga memiliki makna ngelandepang idep atau menajamkan pikiran.

Di Bali, semua siklus peralihan selalu mendapat peralihan khusus dari masyarakat.

Misalkan saat penghabisan siklus pawukon yaitu Watugunung bertemu dengan akhir siklus saptawara atau Saniscara (Sabtu) dimaknai dengan perayaan Saraswati.

Begitu pulalah dengan siklus akhir pancawara yaitu Kliwon dengan siklus akhir saptawara yaitu Saniscara (Sabtu).

Halaman
1234
Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved