Viral Video Pria Dipukuli Aparat di Kawasan Jalan Kampung Bali Jakarta, Begini Penjelasan Polri

Video yang menggambarkan seorang lelaki dipukuli oleh sejumlah polisi ketika peristiwa kerusuhan di Jakarta

Viral Video Pria Dipukuli Aparat di Kawasan Jalan Kampung Bali Jakarta, Begini Penjelasan Polri
Youtube Kompas TV
Massa di Kawasan Asrama Brimob (22/5/2019), Jakarta Barat. (KOMPAS TV) 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Video yang menggambarkan seorang lelaki dipukuli oleh sejumlah polisi ketika peristiwa kerusuhan di Jakarta beberapa waktu lalu, tersebar luas di media sosial.

Narasi yang beredar menyebut, pria itu dipukuli hingga tewas.

Adapun kabar yang beredar menyatakan, peristiwa itu terjadi di dekat Masjid Al Huda, kawasan Jalan Kampung Bali, Jakarta, Kamis (23/5/2019) lalu.

Karo Penmas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo membenarkan peristiwa tersebut.

Namun, ia membantah narasi yang menyebut pria tersebut dipukuli hingga tewas.

"Pada kenyataannya orang yang dalam video tersebut adalah pelaku perusuh yang sudah kita amankan atas nama A alias Andri Bibir," kata Dedi kepada wartawan, Sabtu (25/5/2019).

Dedi menuturkan, Andri bertugas menyuplai pecahan batu kepada para perusuh untuk dilempari ke arah polisi.

Ia juga menyiapkan jerigen berisi air untuk mengobati rasa perih akibat gas air mata.

"Batu itu disiapkan tersangka Andri Bibir untuk disuplai kepada teman-temannya yang melakukan demo. Demo ini tidak spontan, artinya by setting untuk menciptakan kerusuhan," ujar Dedi.

Dedi melanjutkan, peristiwa pemukulan yang viral di media sosial itu terjadi ketika Andri hendak kabur setelah aksinya tepergok petugas.

"Tersangka Andri Bibir ini waktu lihat anggota, langsung dia mau kabur karena merasa salah. Ketakutan dia, dikepung oleh anggota pengamanan," kata Dedi.

Saat ini, Andri diamankan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya.

Ia juga sudah berstatus sebagai tersangka.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Viral Video Pria Dipukuli Aparat, Begini Penjelasan Polri"

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved