Anita dan Hendi Tersungkur, Dituduh Gengster Nyawa Pria 18 Tahun Tak Tertolong Seusai Dilempar Batu

"Dia menyaut (mengambil) topi Bendot sambil bilang, 'Kamu gangster, ya.' Oleh si Bendot dilawan, dia bilang serang," kata Ardian.

Anita dan Hendi Tersungkur, Dituduh Gengster Nyawa Pria 18 Tahun Tak Tertolong Seusai Dilempar Batu
ilustrasi
Hendi Aji Santoso alias Bendot (18) meninggal dalam perjalanan ke RSUI Kustati Solo, Minggu (26/5/2019) dini hari. 

Anita dan Hendi Tersungkur, Dituduh Gengster Nyawa Pria 18 Tahun Tak Tertolong Seusai Dilempar Batu

TRIBUN-BALI.COM, SOLO - Hendi Aji Santoso alias Bendot (18) meninggal dalam perjalanan ke RSUI Kustati Solo, Minggu (26/5/2019) dini hari.

Warga Wonosari Klaten itu dilempar batu orang tak dikenal di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Serengan, Solo, tepatnya di sekitar dealer sepeda motor Sumber Baru Rejeki.

Kejadian ini bermula ketika Hendi berkonvoi dengan belasan rekan sebayanya.

Mereka baru saja merayakan ulang tahun Sidik Bagus Mustofa (17) di tengah sawah daerah Kartosuro, Kabupaten Sukoharjo.

"Kami dibuntuti lima orang. Mereka naik motor dua. (Motor) yang satu telon (bonceng tiga)," kata Ardian Maulana Ibrahim, rekan satu rombongan almarhum di Mapolsek Serengan

Rombongan Hendi cs melaju dari arah selatan ke utara Jalan Gatot Subroto. Mereka tiba-tiba dihadang lima orang yang sebelumnya membuntuti.

"Kami cekcok dengan mereka di situ. Salah satu dari mereka turun menghampiri Bendot di barisan depan."

"Dia menyaut (mengambil) topi Bendot sambil bilang, 'Kamu gangster, ya.' Oleh si Bendot dilawan, dia bilang serang," kata Ardian.

Sebelum baku hantam terjadi, lima orang itu kabur ke arah utara.

Halaman
12
Editor: Rizki Laelani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved