Hand-Tapping Atau Tato Tradisional Masih Favorit, Bali Tattoo Expo Diramaikan Peserta Luar Negeri

Lain daripada yang lain, dalam helatan bergengsi pecinta seni rajah tubuh ini juga menampilkan para seniman tato tradisional alias dikerjakan secara m

Hand-Tapping Atau Tato Tradisional Masih Favorit, Bali Tattoo Expo Diramaikan Peserta Luar Negeri
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
KONTES TATO - Seniman tato dari  Bali dan juga mancanegara mengikuti kontes tato pada  Tattoo Expo 2019, di Bali Creative Industry Centre, Jalan WR Supratman 302, Tohpati, Denpasar.  Sabtu (25/5). Acara ini digelar hingga Minggu (26/5) hari ini. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -- Ada yang unik pada helatan Bali Tattoo Expo 2019 di Bali Creative Industry Center, Denpasar, Sabtu (25/5).

Lain daripada yang lain, dalam helatan bergengsi pecinta seni rajah tubuh ini juga menampilkan para seniman tato tradisional alias dikerjakan secara manual tanpa mesin.

Hendra, seorang artis tato tradisional dari Folk Space Tattoo tengah menatah lengan pengunjung.

Teknik ini dikenal dengan istilah hand tapping.

Hand-tapping diakui memang membutuhkan waktu agak lebih lama daripada menggunakan mesin.

''Terlebih kalau motif gambar yang rumit. Ini tadi saja sudah dapet 2 jam, belum tahu selesai kapan, ya sekitar 2 jam lagi,'' ujarnya sembari melanjutkan merajah.

Tak hanya Hendra, ada juga 4 artis tato tradisional lain yang memeriahkan helatan ini ada juga dari Cap Bagong Tattu dan Pantak Tattoo.

Rata-rata para artis ini datang dari Borneo, Kalimantan.

''Karena memang seni tato rajah ini kan sudah ada di Nusantara sejak dulu. Udah jadi tradisi di sana,'' ungkap seorang scratcher di Cap Bagong Tattu, Henu.

Hingga saat ini, sudah ada belasan peminat tato tradisional di Bali Tattoo Expo yang digelar selama tiga hari, hingga Minggu (26/5) ini.

Selama helatan ini digelar, motif tato bunga terung tetap paling diminati, terlebih pada Cap Bagong Tattu.

Kendati begitu, kata dia, peminat tato tradisional untuk kalangan lokal masih rendah. Padahal, secara teknis, sama saja.

''Baik dari segi teknis ataupun kualitas sama saja. Bahkan masa penyembuhan lebih cepat,'' katanya.

Ketua Penyelenggara, Bagus Ferry mengatakan, antusiasme pengunjung kali ini lebih besar dari tahun lalu.

Selama dua hari berlangsung, tercatat sudah ada sekitar 2-3 ribu pengunjung.

Ini membuktikan bahwa industri tato di Bali mengalami perkembangan signifikan, terutama di kawasan Canggu.

"Sudah satu tahun terakhir ini semakin banyak bermunculan studio tato di kawasan Canggu," katanya.

Tahun ini, Bali Tattoo Expo dimeriahkan 149  stand akan diisi oleh para seniman tato dari Bali, luar Bali dan dari luar negeri.

"Bedanya, tahun ini peserta dari luar negeri bertambah lebih banyak dibanding tahun sebelumnya," ujarnya.

Seniman yang hadir beragam, mulai dari Semarang, Jakarta, Bandung, Manado, Malaysia, juga Spanyol, Australia, Cina, Nepal, Singapura, Korea, Swiss, Prancis, Rusia, India, Taiwan, dan Vietnam.

Selama expo, setiap harinya panitia menggelar kontes dengan beragam kategori.

Kontes dalam expo ini tidak bersifat wajib untuk diikuti oleh peserta.

Pada hari pertama, kategori style/gaya dilombakan oriental, American traditional/ neotrad, tribal, ornamental, dan realis.

Kategori tematik dikonteskan pada hari kedua yakni flora, fauna, film, dan sport. Pada hari terakhir adalah kategori by size yaitu small color/black-gray, dan large color/black-gray.

Di hari terakhir juga akan digelar tattoo show, dimana para kolektor tato bisa berkompetisi dengan sesama kolektor. (*)

Penulis: eurazmy
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved